Cilacap (Banjarnegara) – Keluarga besar Guru dan Tenaga Kependidikan MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) menggelar acara perpisahan penuh kehangatan dan haru bagi salah satu guru terbaiknya, Hj. Nasiah Ningrum, yang per 1 Desember 2025 resmi memasuki masa purnabakti. Kegiatan digelar secara outdoor di salah satu rumah makan kawasan Pantai Jetis Cilacap pada Sabtu (22/11), menghadirkan suasana kebersamaan yang akrab di tengah semilir angin laut dan panorama pantai yang membiru.
Acara dipandu oleh MC Novia Fajriati Alqomar yang sejak awal berhasil membangun suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Dalam susunan acara yang telah disiapkan, kegiatan dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan doa bersama, sambutan kepala madrasah, kesan dan pesan GTK, sambutan purna tugas, penyerahan tali asih dari berbagai unsur, hingga persembahan khusus berupa buku antologi puisi dan nyanyian kebersamaan para GTK.
Dalam sambutannya, Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan penghargaan mendalam atas pengabdian Hj. Nasiah Ningrum yang telah bertugas sela.a 33 tahun sebagai guru Bimbingan Konseling. Menurutnya, sosok Hj. Nasiah adalah figur yang selalu hadir menjadi penyejuk bagi siswa dan rekan sejawat.
“Bu Nasiah tidak hanya membimbing siswa, tetapi juga mendewasakan kami sebagai keluarga besar Madtsansa. Keteladanan, ketenangan, dan dedikasinya adalah warisan berharga bagi madrasah ini. Atas nama seluruh civitas, kami mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya dan mendoakan agar masa purnabakti ini menjadi masa yang penuh keberkahan,” ujar H. Yatiman.
Suasana semakin mengharukan saat sesi kesan-kesan GTK yang disampaikan oleh Hj. Siti Solikah, guru paling senior di Madtsansa. Dengan suara bergetar, ia mengenang perjalanan panjang kebersamaan mereka sebagai rekan guru.
“Saya mengenal Bu Nasiah sebagai sosok perempuan yang sabar, lembut tutur katanya, dan sangat peduli. Banyak siswa yang kembali menemukan semangatnya karena bimbingan beliau. Tidak mudah melepas sahabat sekaligus saudara seperti beliau, tetapi kami percaya Bu Nasiah kini memasuki fase hidup yang Insyaallah lebih tenteram dan membahagiakan,” ucap Hj. Siti Solikah.
Puncak haru terjadi saat Hj. Nasiah Ningrum menyampaikan sambutan sekaligus pamit kepada seluruh keluarga besar Madtsansa. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan betapa besar rasa cintanya kepada madrasah tempat ia mengabdi hampir sepanjang hidup profesionalnya.
“Tidak terasa perjalanan saya di Madtsansa telah sampai di penghujung. Saya berterima kasih kepada seluruh rekan GTK yang telah menjadi keluarga kedua bagi saya. Banyak kenangan, tawa, dan pelajaran berharga yang saya bawa pulang. Mohon maaf jika selama ini ada kata atau tindakan yang kurang berkenan. Terima kasih atas penghargaan yang luar biasa ini,” ujarnya.
Prosesi dilanjutkan dengan penyerahan tali asih dari Komite Madrasah, Dharma Wanita Persatuan MTs Negeri 1 Banjarnegara, serta koperasi siswa. Setiap perwakilan menyerahkan bingkisan sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan atas dedikasi panjang Hj. Nasiah.
Salah satu momen paling spesial adalah persembahan sebuah buku antologi puisi karya GTK Madtsansa yang digagas oleh Linara. Buku bertajuk Secercah Kisah Bu Nasiah ini menjadi ungkapan hati rekan-rekan guru yang selama ini bekerja bersama beliau.
Ketika buku tersebut diserahkan, Hj. Nasiah tampak tak kuasa menahan haru. Baginya, karya itu adalah bentuk penghargaan sekaligus ikatan batin yang jauh lebih mendalam daripada sekadar kata-kata.
MC acara, Novia Fajriati Alqomar, turut menyampaikan pandangannya mengenai momen bersejarah tersebut.
“Mengawal acara ini membuat saya ikut merasakan bagaimana cintanya keluarga besar Madtsansa kepada Bu Nasiah. Beliau adalah sosok panutan yang meninggalkan jejak kebaikan di setiap langkahnya. Semoga perpisahan ini bukan akhir, tetapi permulaan yang indah,” ujar Novia.
Acara ditutup dengan persembahan lagu dari seluruh GTK Madtsansa. Melalui lantunan syair kebersamaan, suasana di tepi pantai berubah menjadi ruang refleksi penuh makna: melepas dengan ikhlas, mengenang dengan hangat, dan mendoakan dengan tulus.
Perpisahan ini tidak hanya menjadi momentum melepas seorang guru senior, tetapi juga menjadi wujud penghormatan atas pengabdian panjang Hj. Nasiah Ningrum bagi dunia pendidikan, khususnya bagi MTs Negeri 1 Banjarnegara. Di bawah langit Pantai Jetis yang cerah, keluarga besar Madtsansa menegaskan satu hal: dedikasi yang tulus akan selalu abadi dalam ingatan. (Fy/La)







