Tanggap Bencana Situkung : MEGABARA Galang Solidaritas

Banjarnegara (Humas) – Musibah tanah longsor yang melanda Dusun Situkung Desa Pandanarum Kecamatan Pandanarum  Kabupaten Banjarnegara beberapa waktu lalu menjadi duka khususnya bagi warga Banjarnegara. Banyak diantara mereka yang kehilangan harta, benda, bahkan saudara atau kerabatnya. Mereka juga harus mengungsi dan hidup dengan penuh keterbatasan menanti uluran tangan.

Kejadian ini tentunya menggugah simpati dari berbagai pihak.  Rasa empati, solidaritas, dan peduli kasih juga ditujukkan oleh keluarga besar MTsN 3 Banjarnegara (MEGABARA) kepada para korban dengan mengadakan penggalangan dana. Bantuan tersebut disalurkan langsung ke titik lokasi bencana oleh koordinator aksi tanggap bencana Situkung MEGABARA, Helmi Murtadlo. (20/11)

Kepala Madrasah, Natir menyampaikan rasa empatinya atas bencana yang melanda dusun Situkung. Beliau juga menyampaikan terimah kasih atas respons cepat dan antusiasme tinggi dari sivitas akademika MEGABARA karena solidaritas yang sudah diberikan untuk korban bencana tanah longsor.

“Setiap peristiwa yang terjadi, baik yang menyenangkan atau menyedihkan pasti ada hikmah yang bisa diambil. Semoga saudara-saudara kita yang terdampak bencana bisa menerima dengan lapang dada dan bisa mengambil hikmah dari kejadian tersebut. Semoga bantuan yang tidak seberapa ini bermanfaat dan bisa meringankan beban para korban yang masih berada di tempat pengungsian serta mendapat ridlo dari Allah,“ ujar Natir.

Nurfi Laely Tarwiyatin selaku Ketua OSIM MEGABARA mengungkapkan bahwa penggalangan donasi ini bertujuan untuk membantu sesama yang sedang terkena bencana. Bantuan dari seluruh murid diharapkan dapat meringankan beban warga Situkung yang tertimpa bencana.

“Beberapa perwakilan OSIM mendatangi setiap kelas untuk mengumpulkan donasi dari teman-teman untuk korban bencana tanah longsor. Alhamdulillah, donasi terkumpul lumayan banyak. Bantuan akan disalurkan bersama dengan bantuan dari dewan guru. Semoga para korban Ikhlas menerima cobaan ini dan segera dipulihkan dari berbagai masalah akibat  musibah ini,“ ungkap Nurfi.

Salah satu staff Pembina OSIM MEGABARA,  Laela Syifa Nurjannah menyatakan, ia menyambut baik aksi yang dilakukan oleh segenap OSIM. Kegiatan ini mengajarkan kepada para murid untuk memiliki kepedulian dan empati kepada korban bencana alam Situkung. Hal ini merupakan salah satu pendidikan karakter agar murid memiliki rasa empati, peduli, dan gotong royong yang tinggi sehingga bisa mendorong mereka agar semakin semangat berbagi dan ta’awun kepada siapa saja yang sedang membutuhkan.

“Kegiatan donasi ini mengajarkan bentuk kepedulian murid kepada siapa saja yang sedang membutuhkan khususnya untuk kali ini yang ditujukkan untuk korban bencana tanah longsor di Situkung. Hal ini juga akan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada para murid,“ terangnya.

Semoga aksi penggalangan donasi ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk saling membantu dan mempererat rasa kemanusiaan di tengah musibah. MEGABARA berkomitmen untuk terus berpartisipasi dan menanamkan nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan sebagai bagian dari tanggung jawab madrasah. (Fn/La)

Skip to content