Bersama Dwija Gita Swara, Tiga Guru Madtsansa Turut Sukseskan Upacara HUT Ke-80 PGRI dan HGN Tahun 2025 Kabupaten Banjarnegara

Banjarnegara (Humas) – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025 Kabupaten Banjarnegara berlangsung khidmat dan meriah pada Selasa (25/11). Upacara yang dipusatkan di Alun-Alun Banjarnegara tersebut diikuti ratusan guru yang merupakan utusan cabang. Salah satu momen yang menambah kekhidmatan peringatan tahun ini adalah penampilan Dwija Gita Swara, paduan suara resmi PGRI Kabupaten Banjarnegara, yang diperkuat oleh tiga guru dari MTs Negeri 1 Banjarnegara.

Ketiga guru Madtsansa tersebut adalah Nurwachidin Supriyatno, Yuniyati, dan Linara. Mereka turut tergabung dalam formasi paduan suara yang bertugas menyampaikan rangkaian lagu dalam upacara besar tersebut. Bersama para anggota paduan suara lainnya, Dwija Gita Swara membawakan beberapa lagu penuh makna bagi dunia pendidikan Indonesia, yaitu Indonesia Raya, Hening Cipta, Mars PGRI, Himne PGRI, Sholawat, dan Gambang Suling. Penampilan tersebut berhasil menciptakan suasana haru dan semangat kebangsaan yang kuat sejak awal upacara hingga penutupannya.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas keikutsertaan tiga guru Madtsansa dalam kegiatan bergengsi tersebut. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada guru MTsN 1 Banjarnegara untuk mengambil bagian dalam paduan suara tingkat kabupaten membuktikan bahwa kualitas dan dedikasi tenaga pendidik di Madtsansa diakui di level daerah.

“Saya sangat bangga dan terharu. Keterlibatan tiga guru Madtsansa dalam Dwija Gita Swara tentu merupakan prestasi tersendiri. Tidak hanya mewakili madrasah, tetapi juga membangun citra positif bagi lembaga pendidikan berbasis keagamaan di Banjarnegara. Apa yang mereka lakukan hari ini menunjukkan bahwa guru Madtsansa tidak hanya kompeten dalam mengajar, tetapi juga aktif berkontribusi dalam kegiatan seni dan kebudayaan,” tutur H. Yatiman.

Sementara itu, Nurwachidin Supriyatno mengungkapkan rasa syukurnya dapat tampil dan bertugas dalam paduan suara tersebut. Menurutnya, pengalaman menjadi bagian dari upacara resmi kabupaten merupakan kehormatan sekaligus tantangan besar.

“Rasanya luar biasa. Kami berlatih intens selama beberapa pekan untuk memastikan penampilan hari ini berjalan maksimal. Ketika lagu Indonesia Raya dan Hening Cipta berkumandang, saya benar-benar merasakan getaran perjuangan dan pengabdian seorang guru. Semoga ini menjadi bagian dari hadiah terbaik untuk seluruh pendidik di Indonesia,” ungkapnya.

Guru kedua, Yuniyati, juga menyampaikan kebanggaannya. Ia menyebut bahwa tampil bersama paduan suara memberikan pengalaman kolaborasi yang sangat berkesan dengan guru-guru dari berbagai jenjang sekolah.

“Bagi saya, paduan suara bukan sekadar bernyanyi, melainkan menyatukan semangat para pendidik. Saat menyanyikan Mars dan Himne PGRI, kami benar-benar merasa disatukan dalam satu visi untuk memajukan pendidikan Indonesia. Saya senang bisa turut berkontribusi,” ujarnya.

Sementara itu, Linara menekankan bahwa partisipasi mereka tidak lepas dari dukungan keluarga besar MTs Negeri 1 Banjarnegara. Menurutnya, dorongan dari rekan-rekan guru dan pimpinan sekolah menjadi motivasi tersendiri untuk tampil sebaik mungkin.

“Saya merasa terharu karena mendapatkan dukungan penuh dari madrasah. Setiap kali kami latihan, teman-teman selalu memberi semangat. Saat menyanyikan Sholawat dan Gambang Suling, saya benar-benar merasakan kedekatan emosional dengan kultur budaya dan religiusitas pendidikan di Banjarnegara,” tutur Linara.

Upacara HUT ke-80 PGRI dan HGN Tahun 2025 Kabupaten Banjarnegara menjadi momentum penting dalam menguatkan rasa hormat kepada profesi guru sekaligus mendorong semangat inovasi pendidikan. Di tengah tantangan era modern, kehadiran guru tidak hanya dibutuhkan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pelopor kebudayaan, karakter dan inspirasi generasi bangsa.

Keikutsertaan tiga guru Madtsansa dalam Dwija Gita Swara menjadi bukti bahwa guru MTs Negeri 1 Banjarnegara siap berperan aktif dalam berbagai lini, baik akademik maupun nonakademik. Harapan besar muncul agar kontribusi tersebut terus berlanjut dan semakin banyak guru yang berprestasi serta membawa nama baik lembaga pendidikan madrasah ke tingkat yang lebih tinggi.

Dengan sinergi dan dedikasi seluruh pendidik, semangat Hari Guru Nasional tahun ini diharapkan mampu menjadi energi baru untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan mutu pendidikan, serta mewujudkan peserta didik yang berkarakter dan berprestasi bagi masa depan bangsa. Semangat mengabdi tanpa pamrih itulah yang selalu menjadi kekuatan terbesar dalam profesi guru sosok yang terus hadir sebagai lentera ilmu bagi generasi penerus Indonesia. (Fy/La)

Skip to content