Pilar Baru Pendidikan Anak Usia Dini: PAI Pagentan dan KB Mutiara Hati Bersinergi Menguatkan Parenting Islami

Banjarnegara (Humas) – Sebuah langkah progresif dan strategis telah diambil di Kecamatan Pagentan, Banjarnegara, dengan terjalinnya kerja sama formal antara sektor keagamaan dan institusi pendidikan anak usia dini. Inisiatif ini berfokus pada penguatan fondasi keluarga melalui pembinaan parenting Islami yang terintegrasi, menyadari bahwa karakter anak tidak hanya dibentuk di sekolah, tetapi juga di rumah.

Kolaborasi ini diresmikan melalui pertemuan koordinasi antara Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Pagentan, M. Syaiful Abidin, dan Kepala Kelompok Bermain (KB) Mutiara Hati Tegaljeruk, Suprapti, pada hari Selasa pagi (2/12) di kantor KB Mutiara Hati. Kesepakatan ini bertujuan untuk menyatukan visi dan narasi pembinaan yang diterima oleh wali siswa, terutama para ibu, guna memastikan konsistensi dalam penanaman nilai-nilai moral, spiritual, dan tanggung jawab pengasuhan.

M. Syaiful Abidin menjelaskan pentingnya peran wali siswa sebagai ujung tombak pembentukan karakter. “Kami melihat anak-anak sebagai investasi jangka panjang, bukan hanya dunia, tetapi juga akhirat. Oleh karena itu, parenting harus didasarkan pada ilmu yang benar dan keimanan. Kolaborasi ini adalah upaya kami memastikan bahwa pesan kebaikan dan agama yang diajarkan di KB Mutiara Hati selaras dan diperkuat oleh praktik pengasuhan di rumah. Tidak boleh ada disparitas narasi antara sekolah dan rumah,” tegas Syaiful Abidin, menekankan bahwa konsistensi adalah kunci keberhasilan.

Di sisi lain, Suprapti, Kepala KB Mutiara Hati Tegaljeruk, menyambut antusias program ini. Ia menilai penguatan spiritual bagi wali siswa adalah ‘vitamin’ yang sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan hasil pendidikan formal. “Anak-anak kami dididik untuk menjadi cerdas dan berpotensi, namun kecerdasan tanpa dasar spiritual yang kuat dari rumah tidak akan maksimal. Program pembinaan parenting Islami dari Bapak PAI ini akan menjadi ‘penguat’ mental dan pemahaman bagi para ibu wali siswa. Kami yakin, sinergi antara pendidikan formal dan pembinaan agama akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas akalnya, tetapi juga teguh imannya, serta sehat mentalnya,” ujar Suprapti dengan optimisme.

Sebagai hasil nyata dari koordinasi ini, disepakati bahwa kegiatan kepenyuluhan agama akan diintegrasikan secara bulanan ke dalam program rutin wali siswa KB Mutiara Hati. Kerja sama lintas sektor ini diharapkan menjadi cetak biru bagi lembaga pendidikan anak usia dini lainnya di Banjarnegara dalam upaya bersama-sama membangun karakter generasi penerus bangsa yang unggul, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan bekal spiritual yang memadai. 

(msa/ azd)

Skip to content