Serunya Sambung Ayat Metode Gepokan, Kelas 3 MIFABARA Tadris Surah ‘Abasa

Banjarnegara – Kegiatan pembelajaran Tahfidz di MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) kembali berlangsung dengan suasana yang menyenangkan dan penuh semangat. Kali ini, siswa kelas 3 mengikuti kegiatan sambung ayat Tahfidz dengan metode gepokan untuk menguatkan hafalan Surah ‘Abasa ayat 1–42, dengan pembimbing Tahfidz Eva Milla.(29/11)

Metode gepokan dilakukan dengan cara siswa menggumpalkan (menggepok) kertas berisi potongan ayat. Saat kertas terbuka, siswa harus langsung membacakan potongan ayat tersebut dengan lancar, kemudian disambung oleh teman berikutnya. Cara ini membuat suasana belajar lebih hidup, melatih fokus, keberanian, serta memperkuat daya ingat siswa terhadap hafalan Al-Qur’an.

Terlihat antusiasme tinggi dari para siswa. Dengan wajah ceria, mereka saling menunggu giliran untuk membuka kertas dan melanjutkan ayat yang dibacakan temannya. Meski masih duduk di bangku kelas 3, banyak di antara mereka yang sudah mampu menyambung ayat dengan tepat dan tartil.

Pembimbing Tahfidz, Eva Milla, mengungkapkan bahwa metode gepokan sengaja dipilih agar anak-anak tidak jenuh. “Anak-anak sangat antusias karena belajar terasa seperti bermain. Dengan metode ini, mereka tidak hanya menghafal, tetapi juga dilatih untuk fokus dan berani membaca di depan teman-temannya,” ujarnya.

Kepala MIFABARA, Durotun Nafisah, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menuturkan bahwa inovasi pembelajaran seperti ini sangat penting dalam menumbuhkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an. “Tahfidz tidak harus selalu dilakukan dengan cara yang kaku. Metode gepokan ini menjadi salah satu bukti bahwa menghafal Al-Qur’an bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan namun tetap bermakna,” tuturnya.

Dukungan juga datang dari orang tua siswa. Salah satu wali murid menyampaikan rasa syukur atas program Tahfidz di MIFABARA. “Kami sebagai orang tua sangat bersyukur anak-anak dibimbing sejak dini dengan metode yang kreatif. Di rumah, anak jadi lebih semangat murojaah,” ungkapnya.

Melalui kegiatan sambung ayat dengan metode gepokan ini, diharapkan hafalan siswa semakin kuat, pembelajaran Tahfidz semakin diminati, serta lahir generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak, dan mencintai Al-Qur’an sejak usia dini.(mil/nas)

Skip to content