PAIF KUA Purwanegara Gencarkan “Cegah Nikah Anak & Stop Stunting” di Lokmin Linsek Purwanegara: Gebrakan Indonesia Sehat

Banjarnegara (Humas) — Semangat pencegahan nikah anak dan gerakan stop stunting kembali digaungkan oleh Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) KUA Purwanegara Anugrah Windu Setianingsih, dalam kegiatan Lokakarya Mini (Lokmin) Lintas Sektor Kecamatan Purwanegara yang berlangsung di Foarm Resto Kalibagor, Banyumas. (3/12/2025)

Mengusung tema “Cek Kesehatan Gratis: Langkah Preventif Menuju Indonesia Sehat”, kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor demi meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya perlindungan remaja dan keluarga.

Acara ini dihadiri oleh Camat Purwanegara, Kepala Puskesmas Purwonegoro 1 & 2, seluruh bidan desa, TP PKK Kecamatan & Desa, kader kesehatan, serta unsur linsek lainnya.

Dalam sambutannya, Camat Purwanegara menegaskan bahwa Cek Kesehatan Gratis (CKG) adalah strategi kunci untuk mencegah masalah kesehatan sejak hulu.

“Cegah stunting dan nikah anak harus dimulai dari deteksi dini kesehatan masyarakat. Cek kesehatan gratis bukan kegiatan seremonial, tetapi fondasi Indonesia Sehat,” tegasnya.

Kepala Puskesmas Purwonegoro menekankan bahwa CKG menjadi langkah nyata untuk memetakan risiko, terutama bagi remaja, calon pengantin, dan keluarga muda.

“Cek Kesehatan Gratis ini adalah pagar pertama kita. Dengan skrining, kita bisa mendeteksi anemia, gizi kurang, masalah reproduksi, hingga faktor risiko stunting. Pencegahan terbaik adalah mengetahui kondisi sejak awal,” ujar Kepala Puskesmas.

“Kalau remajanya sehat, keluarganya siap, maka risiko menikah di usia tidak ideal dan risiko stunting bisa ditekan dari awal,” tambahnya.

Dalam sesi diskusi, PAIF KUA Purwanegara Anugrah Windu menekankan bahwa nikah anak menjadi salah satu faktor risiko terbesar terhadap stunting, karena menyangkut kesiapan fisik, mental, dan ekonomi pasangan muda.

“Cegah nikah anak hari ini, cegah stunting untuk generasi masa depan. Keluarga kuat lahir dari kesiapan, bukan kecepatan,” tegas PAIF, yang disambut antusias oleh peserta.

PAIF juga mendorong TP PKK, bidan desa, dan kader kesehatan untuk terus memperkuat edukasi kepada remaja dan para orang tua agar lebih memahami risiko pernikahan anak.

Melalui kegiatan ini, seluruh unsur sepakat memperkuat kerja preventif untuk mewujudkan Purwanegara Bebas Nikah Anak dan Bebas Stunting, dengan CKG sebagai gerakan nyata dari desa menuju Indonesia Sehat.

Cek sejak awal, cegah sedini mungkin , dari Purwanegara untuk masa depan bangsa.

(aws/ azd)

Skip to content