Penyuluh Agama Islam Mandiraja Ajari Tepuk Sakinah kepada Anak Kelompok Rentan bersama Mahasiswa Unsiq Wonosobo di MT Bengkel Hati Mandiraja Kulon

Banjarnegara (Humas) — Suasana ceria pada Rabu (3/12/25) memenuhi MT Bengkel Hati milik Imam Hambali ketika penyuluh agama Islam Mandiraja memberikan pembelajaran Tepuk Sakinah kepada anak-anak kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas. Kegiatan ini menjadi lebih istimewa karena turut dihadiri mahasiswa Universitas Sains Al-Qur’an (Unsiq) Wonosobo yang sedang melakukan penelitian skripsi terkait pembinaan kelompok rentan.

Dalam kegiatan tersebut, penyuluh agama memadukan edukasi akhlak, nilai keluarga sakinah, serta permainan motorik sederhana melalui Tepuk Sakinah. Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap gerakan dan irama tepuk yang dikemas dengan pendekatan ramah, ceria, dan mudah dipahami.

Kepala KUA Mandiraja, Musobihin, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. “Pembinaan bagi anak-anak kelompok rentan harus dilakukan dengan metode yang menyenangkan dan penuh kasih sayang. Kolaborasi antara penyuluh, MT Bengkel Hati, dan mahasiswa Unsiq ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap pendidikan karakter bagi anak-anak disabilitas,” ungkapnya.

Sugeng, salah satu mahasiswa Unsiq Wonosobo yang hadir, mengatakan bahwa pengalaman lapangan ini sangat berharga. “Kami belajar langsung bagaimana penyuluh di Mandiraja menggunakan pendekatan inklusif. Ternyata metode seperti Tepuk Sakinah sangat efektif untuk membangun kedekatan dan menanamkan nilai-nilai keluarga sakinah kepada anak-anak disabilitas,” ujarnya.

Sementara itu, Imam Hambali selaku pemilik MT Bengkel Hati menegaskan bahwa majelis taklimnya selalu membuka ruang untuk kegiatan yang memberdayakan kelompok rentan. “Kami ingin MT Bengkel Hati menjadi tempat belajar yang ramah bagi semua kalangan. Anak-anak disabilitas punya hak yang sama untuk merasakan gembira dan mendapatkan pembinaan agama yang lembut dan penuh perhatian,” katanya.

Kegiatan kolaboratif ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan antara KUA Mandiraja, MT Bengkel Hati, dan Unsiq Wonosobo, khususnya dalam menghadirkan model pembinaan keagamaan inklusif bagi kelompok rentan di Desa Mandiraja Kulon. 

(F/M, azd)

Skip to content