Banjarnegara (Humas) – Dalam upaya memperkuat akidah dan menumbuhkan keimanan yang lebih kokoh di tengah masyarakat, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjarnegara, Ani Musyarofah, kini semakin menekankan pentingnya pemahaman Asmaul Husna dalam setiap kegiatan pembinaan umat terutama untuk majelis taklim Darul Falah Kelurahan Parakancanggah pada hari Senin (08/12). Pendekatan ini dianggap mampu menyentuh hati secara lebih mendalam karena mengajak masyarakat mengenal Allah melalui sifat-sifat-Nya yang penuh kasih, kebijaksanaan, dan keagungan.
Tidak hanya sekadar menghafal 99 nama Allah, umat diajak memahami makna setiap nama serta bagaimana meneladani sifat-sifat Ilahi itu dalam kehidupan sehari-hari. “Kami tidak hanya mengajarkan hafalan, tetapi mengajak masyarakat merasakan bagaimana sifat-sifat Allah bekerja dalam kehidupan. Dengan begitu, akidah akan tumbuh kokoh karena berlandaskan keyakinan yang dipahami, bukan sekadar diucapkan,” tutur penyuluh.
“Pendekatan ini terbukti efektif dalam menyentuh sisi emosional sekaligus spiritual masyarakat. Ketika umat memahami bahwa setiap masalah hidup dapat dikaitkan dengan kebesaran Allah yang Maha Menolong, Maha Bijaksana dan Maha Adil, mereka menjadi lebih tenang dan yakin,” tambahnya.
Melalui rangkaian bimbingan yang menghidupkan nilai-nilai Asmaul Husna ini, penyuluh agama berharap umat semakin mengenal Allah secara lebih dekat dan mendalam. Pemahaman yang bukan hanya berhenti pada hafalan, tetapi menyentuh hati, membentuk karakter, serta memperkokoh akidah di tengah tantangan zaman.
Dengan menjadikan sifat-sifat Ilahi sebagai cermin kehidupan, penyuluh yakin masyarakat dapat membangun lingkungan yang lebih berakhlak, penuh welas asih, dan senantiasa berada dalam lindungan-Nya. Upaya ini menegaskan bahwa kebutuhan spiritual umat dapat dijawab dengan pendekatan yang lembut, menyentuh, dan bermakna menjadikan Asmaul Husna sebagai cahaya yang membimbing langkah mereka menuju kehidupan yang lebih damai dan berkualitas.







