Banjarnegara — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh MTs Negeri 1 Banjarnegara. DK Aida Nur Maghfiroh, siswa kelas 9A unggulan riset, berhasil meraih Juara Harapan 1 pada ajang Lomba Sahya Vidya Nusantara (SVN) 2025 yang diselenggarakan oleh Center for Young Scientists (CYS) bekerja sama dengan Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Kompetisi yang berlangsung pada (2-5/12/2025) di UMN ini menjadi ajang bergengsi yang mempertemukan ratusan peneliti belia dari berbagai daerah di Indonesia.
Keberhasilan Aida tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa harum nama madrasah di kancah penelitian nasional. Dalam lomba tersebut, ia mempresentasikan hasil penelitiannya dengan percaya diri, argumentatif, dan terstruktur sehingga mampu menarik perhatian dewan juri.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi Aida menunjukkan bahwa budaya riset di Madtsansa semakin berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional.
“Kami sangat bangga atas pencapaian Aida. Prestasi ini bukan hanya milik Aida, tetapi juga buah dari kerja keras seluruh ekosistem belajar di Madtsansa. Semoga ini menjadi pemantik semangat bagi siswa lainnya agar terus berkarya dan mengambil peran dalam dunia penelitian,” ujar H. Yatiman.
Aida sendiri mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas pencapaian yang diraih. Ia mengaku bahwa persiapan menuju lomba tidaklah mudah, tetapi dukungan dari para pembimbing dan teman-teman membuatnya semakin percaya diri.
“Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan Juara Harapan 1. Prosesnya panjang dan penuh tantangan, tetapi saya belajar banyak hal baru. Terima kasih kepada ibu dan bapak pembimbing yang selalu sabar membimbing saya. Saya juga berterima kasih kepada orang tua serta teman-teman yang terus memberi dukungan,” kata Aida penuh haru.
Sebagai pembimbing riset, Musfiatul Muniroh, merasa bangga melihat keberhasilan peserta didiknya. Ia menjelaskan bahwa Aida adalah siswa yang tekun dan memiliki rasa ingin tahu tinggi, dua hal yang menjadi modal penting dalam kegiatan riset.
“Aida adalah tipe peneliti muda yang tidak mudah menyerah. Ketika ada revisi, ia langsung memperbaiki. Ketika ada kritik, ia jadikan itu sebagai bahan belajar. Kemenangannya merupakan bukti bahwa ketekunan pasti membuahkan hasil,” ungkapnya.
Selain itu, Musfiatul juga berharap bahwa prestasi ini akan mendorong siswa-siswa lain untuk terjun ke dunia penelitian. Menurutnya, riset merupakan media pembelajaran yang dapat melatih kecakapan berpikir tingkat tinggi, kemandirian, serta kemampuan komunikasi ilmiah.
Tidak ketinggalan, wali kelas 9A, Radiono, turut memberikan komentar mengenai kemenangan siswanya tersebut. Ia menyatakan rasa bangganya melihat Aida dapat membawa nama kelas 9A dan Madtsansa bersinar di panggung nasional.
“Aida adalah siswa yang konsisten menunjukkan dedikasi tinggi, baik dalam akademik maupun kegiatan riset. Kami di kelas sangat bangga dan ikut merayakan pencapaian ini. Semoga Aida terus berkembang dan mencapai prestasi yang lebih tinggi di masa depan,” ujar Radiono.
Lomba Sahya Vidya Nusantara 2025 sendiri diikuti oleh 142 peserta dengan 77 judul penelitian, mencakup berbagai bidang ilmu. Ajang ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah serta menampilkan penelitian terbaik mereka melalui presentasi dan sesi tanya jawab bersama para juri.
Prestasi Aida semakin mempertegas posisi MTs Negeri 1 Banjarnegara sebagai madrasah yang unggul dalam pembinaan riset. Dengan pendampingan guru-guru berkompeten dan program riset yang terus diperkuat, Madtsansa berkomitmen mencetak generasi muda inovatif yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Capaian ini sekaligus menjadi inspirasi bagi seluruh siswa bahwa keberhasilan adalah hasil dari kerja keras, disiplin, dan semangat untuk tidak berhenti belajar. MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali membuktikan diri sebagai madrasah yang tidak hanya berprestasi dalam akademik, tetapi juga unggul dalam penelitian ilmiah. (Fy)







