Banjarnegara (Humas) – Suasana penuh semangat mewarnai Aula Balai Nikah Kantor Urusan Agama (KUA) Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Selasa (09/12/2025), saat kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) diselingi Tepuk Keluarga Sakinah yang menggema. Kegiatan hasil sinergi KUA, Puskesmas, dan PLKB ini bertujuan membekali calon pengantin (Catin) dengan pengetahuan keagamaan, kesehatan, serta perencanaan keluarga guna mewujudkan keluarga sakinah maslahah dan melahirkan generasi berkualitas. Kegiatan ini diikuti oleh tujuh pasang calon pengantin.
Kepala KUA Karangkobar, H. Amat Maskuri, dalam sambutannya menegaskan bahwa pernikahan bukan hanya sekadar ijab kabul, melainkan perjalanan panjang yang membutuhkan kesiapan mental dan ilmu.
“Pernikahan bukan hanya akad, tapi perjalanan panjang yang memerlukan ilmu dan kesadaran. Bekal ini penting agar rumah tangga menjadi sakinah sehidup sesurga,” ujarnya.
Materi pertama disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Karangkobar, Duwi Rohmah, dengan tema Membangun Keluarga Sakinah. Melalui metode interaktif “Sungai Kehidupan”, peserta diajak merancang arah rumah tangga dengan menentukan tujuan pernikahan, harapan yang ingin dicapai, langkah konkret mewujudkannya, serta prinsip hidup berlandaskan kejujuran, kesetiaan, dan ketakwaan.
“Rumah tangga harus memiliki arah yang jelas. Dengan perencanaan, komitmen yang kuat, serta nilai agama, insyaallah keluarga akan menjadi sakinah,” ungkap Duwi.
Ia juga menjelaskan bahwa keluarga ibarat sebuah bangunan yang membutuhkan pondasi dan pilar kokoh. Lima pilar keluarga sakinah itu meliputi berpasangan (zawaj) saling melengkapi; memegang janji kokoh (mitsaqan ghalizhan); mu’asyarah bil ma’ruf dengan cinta dan hormat; musyawarah dalam menghadapi persoalan; serta taradhin atau saling ridha.
Suasana semakin cair saat peserta mengikuti kuis “Siapa Dia” untuk mengenal pasangan lebih dalam dan melakukan “Tepuk Keluarga Sakinah” sebagai penguat semangat kebersamaan.
Materi kesehatan keluarga disampaikan oleh Fitri Handayani, Bidan Puskesmas Karangkobar sekaligus Penanggung Jawab Kesehatan Masyarakat. Ia menekankan pentingnya pemeriksaan pra-nikah, pola hidup sehat, pemenuhan gizi seimbang, serta kesiapan mental fisik sebelum hamil.
“Kalau calon ibu sehat dan calon ayah siap mendampingi, insyaallah bayi yang lahir pun sehat. Keluarga sehat adalah tanggung jawab bersama,” tuturnya.
Sebagai penutup, PLKB Kecamatan Karangkobar, Muslikhah, menyampaikan pentingnya pencegahan stunting sejak pranikah melalui perencanaan keluarga dan pengaturan jarak kehamilan.
“Stunting bukan hanya persoalan tinggi badan, tetapi menyangkut masa depan anak. Pencegahan harus dimulai sejak calon pengantin mempersiapkan kesehatan diri, asupan gizi, dan jarak kehamilan yang ideal,” tegas Muslikhah.
Salah satu pasangan peserta, Eka dan Afid asal Desa Slatri, mengaku bersyukur mengikuti kegiatan ini.
“Ilmu yang kami dapat sangat bermanfaat. Semoga kami lebih siap membangun keluarga yang sakinah,” ungkap keduanya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan foto, meninggalkan harapan lahirnya keluarga sakinah, mawaddah, warahmah yang kokoh serta generasi saleh dan salihah yang berkualitas.
(dr/ azd)







