Hari Kedua IMTAS Kelas Unggulan Tahfiz MTs Negeri 1 Banjarnegara Berlangsung Khidmat dan Tertib

Banjarnegara — Kegiatan Imtihan Tahfiz Akhir Semester (IMTAS) hari kedua bagi Kelas Unggulan Tahfiz MTs Negeri 1 Banjarnegara berlangsung dengan lancar dan penuh kekhidmatan pada Jum’at (12/11). Bertempat di Masjid Darul Ulum MTs Negeri 1 Banjarnegara, kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas unggulan Tahfiz sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan panitia.

Sejak pagi hari, para peserta telah hadir dengan kesiapan yang matang. Mereka mengikuti proses imtihan secara bergiliran untuk menyetorkan hafalan Al-Qur’an sesuai target masing-masing, mulai dari Juz 30, Juz 29, hingga Juz 28 dan Juz 1 bagi peserta tertentu. Suasana masjid terasa tenang dan tertib, mendukung konsentrasi peserta dalam menjalani ujian tahfiz.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan IMTAS hari kedua yang berjalan sesuai rencana. Ia menegaskan bahwa IMTAS merupakan bagian penting dari evaluasi pembelajaran tahfiz sekaligus sarana pembentukan karakter religius peserta didik.

“IMTAS bukan sekadar menguji hafalan, tetapi juga melatih kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab siswa terhadap amanah menjaga Al-Qur’an. Saya melihat anak-anak mengikuti ujian dengan sungguh-sungguh dan penuh adab,” ungkapnya.

Koordinator Kelas Unggulan Tahfiz, Khoerul Mahbub, menjelaskan bahwa pada hari kedua ini peserta berasal dari beberapa tingkat kelas dengan materi hafalan yang bervariasi. Menurutnya, pembagian jadwal dan penguji telah diatur sedemikian rupa agar proses imtihan berjalan efektif dan kondusif.

“Kami menyesuaikan materi imtihan dengan capaian hafalan masing-masing siswa. Alhamdulillah, secara umum anak-anak mampu menyetorkan hafalan dengan baik. Ini menunjukkan proses pembinaan tahfiz yang konsisten selama satu semester,” tuturnya.

Sementara itu, Abdul Majid, selaku koordinator bidang keagamaan sekaligus salah satu penguji IMTAS, menekankan pentingnya kualitas bacaan dan ketepatan hafalan dalam imtihan ini. Ia menyampaikan bahwa para penguji tidak hanya menilai kelancaran hafalan, tetapi juga tajwid dan adab saat menyetorkan ayat.

“Kami berharap IMTAS ini menjadi motivasi bagi siswa untuk terus meningkatkan kualitas hafalan, bukan hanya mengejar jumlah juz, tetapi juga menjaga bacaan yang benar,” jelasnya.

Hal senada disampaikan oleh Khairil Anam, salah satu penguji IMTAS. Ia mengapresiasi kesiapan mental para peserta, terutama siswa kelas bawah yang sudah berani tampil dan menyetorkan hafalan dengan percaya diri.

“Untuk ukuran siswa MTs, kemampuan mereka sudah sangat baik. Tinggal terus diasah dengan murajaah yang rutin agar hafalan semakin kuat,” ujarnya.

Dari sisi peserta, Kalila, siswi kelas 8, mengaku sempat merasa gugup sebelum mengikuti imtihan, namun rasa tersebut perlahan hilang saat mulai menyetorkan hafalan.

“Deg-degan pasti ada, tapi alhamdulillah setelah membaca doa dan fokus, hafalannya bisa lancar. IMTAS ini membuat saya lebih semangat untuk menambah hafalan,” katanya.

Sementara itu, Faqih, siswa kelas 7, menyampaikan rasa syukurnya bisa mengikuti IMTAS dengan baik. Menurutnya, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus mencintai Al-Qur’an.

“IMTAS melatih kami supaya lebih disiplin murajaah. Semoga ke depan bisa menambah juz lagi,” ungkapnya.

Dengan terselenggaranya IMTAS hari kedua ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap program Kelas Unggulan Tahfiz semakin berkualitas dan mampu melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat hafalan, tetapi juga berakhlak mulia. (Lin)

Skip to content