Uji Kepercayaan Diri dan Nalar Ilmiah, Kelas 8 Unggulan Riset Madtsansa Jalani AAS Hari Kedua

Banjarnegara – Kegiatan asesmen akhir semester (AAS) ganjil kelas unggulan riset MTs Negeri 1 Banjarnegara memasuki hari kedua pada Selasa (16/12). Asesmen yang dilaksanakan di ruang kelas digital ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 8 unggulan riset dengan suasana yang tertib, kondusif, dan penuh semangat akademik.

Pada hari kedua ini, bentuk penilaian yang diterapkan masih sama seperti hari sebelumnya, yakni presentasi proposal riset secara individu. Setiap siswa diberikan waktu kurang lebih lima menit untuk memaparkan proposal riset yang telah disusunnya di hadapan dua pembina kelas unggulan riset tanpa sesi tanya jawab. Meskipun durasi presentasi tergolong singkat, para siswa dituntut mampu menyampaikan ide riset secara runtut, jelas, dan meyakinkan.

Wakil Kepala Madrasah Urusan Kurikulum MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj. Yuniyati, menyampaikan bahwa asesmen ini dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, serta penguasaan konsep riset para siswa. Menurutnya, kelas unggulan riset memiliki karakteristik penilaian yang berbeda dibandingkan kelas reguler.

“Untuk siswa kelas 8, target penilaian tentu lebih tinggi dibandingkan kelas 7. Mereka sudah memiliki pengalaman presentasi yang lebih banyak sehingga kami berharap kualitas proposal, cara penyampaian, serta kepercayaan diri juga semakin matang,” ujar Hj. Yuniyati.

Ia menambahkan bahwa asesmen presentasi proposal ini juga menjadi bagian dari pembiasaan akademik yang sangat penting bagi siswa unggulan riset. Dengan terbiasa mempresentasikan gagasan sejak dini, siswa diharapkan siap menghadapi tantangan akademik di jenjang berikutnya.

Pembina kelas unggulan riset, Musfiatul Muniroh, menjelaskan bahwa pada hari kedua asesmen ini terlihat perkembangan signifikan dari sebagian besar siswa kelas 8. Mulai dari penguasaan materi, struktur proposal, hingga teknik presentasi, menurutnya, sudah menunjukkan peningkatan yang cukup baik.

“Secara umum, siswa kelas 8 sudah lebih siap. Mereka mampu menjelaskan latar belakang masalah, tujuan penelitian, serta metode yang akan digunakan dengan bahasa yang lebih sistematis. Ini menunjukkan proses pembinaan selama satu semester berjalan dengan baik,” tutur Musfiatul.

Hal senada disampaikan oleh pembina riset lainnya, Hj. Tri Widayati. Ia menekankan bahwa meskipun tidak ada sesi tanya jawab, pembina tetap mencermati secara detail isi proposal dan cara siswa menyampaikan ide risetnya.

“Tanpa tanya jawab justru menantang siswa untuk benar-benar menyiapkan presentasi sebaik mungkin. Dari situ kami bisa menilai sejauh mana pemahaman mereka terhadap proposal yang disusun,” jelas Hj. Tri Widayati.

Salah satu peserta asesmen, Singgih, mengaku sempat merasa gugup meskipun sudah sering melakukan presentasi sebelumnya. Namun, pengalaman yang dimiliki membuatnya lebih mampu mengendalikan rasa gugup saat tampil di depan pembina.

“Karena sudah pernah presentasi beberapa kali, jadi lebih percaya diri. Tantangannya justru bagaimana menyampaikan proposal dengan singkat tapi tetap jelas,” ujar Singgih.

Peserta lainnya, Shafa, menyampaikan bahwa asesmen ini menjadi pengalaman berharga untuk melatih keberanian dan kemampuan berbicara di depan umum. Ia juga merasa penilaian di kelas unggulan riset mendorong siswa untuk lebih serius dalam menyiapkan proposal.

“Targetnya memang tinggi, tapi itu membuat kami termotivasi untuk belajar lebih sungguh-sungguh. Saya jadi lebih paham bagaimana menyusun proposal riset yang baik,” ungkap Shafa.

Dengan terlaksananya asesmen hari kedua ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap program kelas unggulan riset terus mencetak siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan berpikir kritis, komunikatif, dan siap bersaing di berbagai ajang ilmiah di masa depan. (Lin)

Skip to content