Banjarnegara – Kesebelasan sepak bola putri MTs Negeri 1 Banjarnegara turut ambil bagian dalam ajang Banjarnegara Junior Championship yang digelar pada Selasa (16/12) di Lapangan Linggasari, Banjarnegara. Keikutsertaan ini menjadi salah satu wujud komitmen madrasah dalam mendukung pengembangan potensi dan bakat siswa, khususnya di bidang olahraga sepak bola putri.
Pada pertandingan pertama, tim sepak bola putri Madtsansa berhasil menunjukkan performa gemilang. Menghadapi kesebelasan SMP Negeri 5 Bawang, Madtsansa tampil percaya diri sejak menit awal. Kerja sama antarpemain yang solid, disiplin bertahan, serta efektivitas serangan membuahkan hasil positif. Madtsansa sukses menutup laga dengan kemenangan meyakinkan 3-0, sekaligus memastikan langkah ke babak selanjutnya.
Wakil Kepala Madrasah Urusan Kesiswaan MTs Negeri 1 Banjarnegara, Ikhsanudin, menyampaikan apresiasi atas semangat juang para pemain. Menurutnya, kemenangan di laga awal menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di madrasah berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah, anak-anak bermain lepas dan penuh semangat. Kemenangan di pertandingan pertama ini menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi besar dan mampu bersaing dengan sekolah lain,” ujarnya.
Namun, langkah tim sepak bola putri Madtsansa harus terhenti di babak delapan besar. Pada laga penentuan, Madtsansa berhadapan dengan tim kuat SMP Negeri 2 Banjarnegara. Meski telah berupaya memberikan permainan terbaik, Madtsansa harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 0-3.
Pembina sepak bola putri Madtsansa, Dwi Fatmawati, menilai hasil tersebut sebagai pengalaman berharga bagi para pemain. Ia menekankan bahwa kekalahan bukan akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses pembelajaran.
“Anak-anak sudah berusaha maksimal. Lawan memang memiliki pengalaman dan jam terbang yang lebih. Dari sini kami akan melakukan evaluasi agar ke depan bisa tampil lebih baik lagi,” tutur Dwi Fatmawati.
Salah satu pemain, Aurell dari kelas 8E, mengaku bangga bisa mewakili madrasah dalam ajang bergengsi tersebut. Ia menyebut kemenangan di laga pertama menjadi motivasi besar bagi tim.
“Senang sekali bisa bermain dan menang di pertandingan awal. Walaupun akhirnya kalah di babak delapan besar, kami tetap bangga karena sudah berjuang bersama dan membawa nama Madtsansa,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Adel, pemain dari kelas 9D. Ia mengatakan bahwa ajang ini memberikan banyak pelajaran, baik dari segi teknik bermain maupun mental bertanding.
“Pertandingannya seru dan menantang. Kami belajar untuk lebih kompak dan tidak mudah menyerah. Kekalahan ini membuat kami semakin termotivasi untuk berlatih lebih giat,” ujarnya.
Ikhsanudin menambahkan bahwa madrasah akan terus mendukung kegiatan ekstrakurikuler olahraga, termasuk sepak bola putri. Ia berharap keikutsertaan dalam Banjarnegara Junior Championship dapat menjadi pemicu semangat bagi siswa lain untuk aktif berprestasi.
“Kami bangga dengan keberanian dan kerja keras para siswi. Ke depan, madrasah akan terus memberikan dukungan agar pembinaan olahraga semakin optimal,” pungkasnya.
Keikutsertaan tim sepak bola putri MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam Banjarnegara Junior Championship tidak hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang pengalaman, kebersamaan, dan pembentukan karakter sportivitas. Dengan semangat pantang menyerah, Madtsansa optimistis dapat meraih prestasi yang lebih baik pada kompetisi mendatang. (Lin)







