Banjarnegara (Humas) — Dalam rangka menindaklanjuti Surat Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara tentang Program Masjid Ramah Pemudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 serta Bersih-Bersih Rumah Ibadah, para Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mandiraja melaksanakan kegiatan bersih-bersih Masjid Madinatul Istiqlal, Mandiraja, pada bulan Desember 2025. (19/12/2025)
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan rumah ibadah yang bersih, aman, nyaman, dan ramah bagi masyarakat, khususnya bagi para pemudik yang melintasi wilayah Mandiraja selama masa libur Natal dan Tahun Baru
Bersama pengurus takmir masjid, para penyuluh agama Islam membersihkan area utama masjid, tempat wudhu, toilet, halaman, serta menata lingkungan sekitar masjid agar lebih tertib dan nyaman digunakan.
Maksud dan Tujuan Kegiatan
Kegiatan bersih-bersih rumah ibadah ini bertujuan untuk:
1. Mewujudkan masjid sebagai ruang ibadah dan sosial yang bersih, sehat, dan nyaman.
2. Mendukung Program Masjid Ramah Pemudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
3. Menyampaikan pesan kerukunan, toleransi, dan perdamaian melalui aksi nyata.
4. Menguatkan peran penyuluh agama sebagai penggerak moderasi beragama di tengah masyarakat.
Ketua Takmir Masjid Madinatul Istiqlal, Supaat, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada para penyuluh agama Islam Mandiraja. Kegiatan ini sangat membantu takmir, sekaligus memberi contoh nyata kepada jamaah bahwa menjaga kebersihan masjid adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Salah satu Penyuluh Agama Islam, Hendriyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dakwah bil hal.
“Melalui bersih-bersih masjid, kami ingin menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya melalui lisan, tetapi juga melalui tindakan nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” jelasnya.
Senada dengan itu, Dian Setiadi, Penyuluh Agama Islam Mandiraja, menambahkan bahwa masjid memiliki peran strategis dalam membangun harmoni sosial.
“Masjid yang bersih dan terbuka akan menghadirkan rasa aman dan nyaman, serta menjadi simbol Islam yang ramah dan penuh kedamaian,” ungkapnya.
Sementara itu, Feti Sulistiyani, Penyuluh Agama Islam lainnya, menegaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan nilai toleransi.
“Melalui program ini, kita ingin menyampaikan pesan bahwa agama hadir untuk menebar kebaikan, menjaga persaudaraan, dan menciptakan suasana yang harmonis di tengah masyarakat,” tuturnya.
Kegiatan bersih-bersih rumah ibadah ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi gerakan bersama antara penyuluh agama, takmir masjid, dan masyarakat dalam menjaga rumah ibadah sebagai pusat spiritual dan sosial yang menyejukkan.







