Guru-Guru MIFABARA Ikuti AKG Secara Online, Dorong Evaluasi Diri dan Peningkatan Kompetensi

Banjarnegara – Guru-guru Madrasah Ibtidaiyah Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) terus berupaya meningkatkan profesionalisme dengan mengikuti Asesmen Kompetensi Guru (AKG) yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia secara online. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pemetaan kompetensi guru madrasah serta penguatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.(22/12)

Pelaksanaan AKG di MIFABARA dilakukan sesuai jadwal yang tertera pada sistem Simpatika EMIS GTK. Pada tahun 2025 ini, beberapa guru MIFABARA telah dijadwalkan mengikuti AKG dalam batch yang sedang berjalan. Sementara itu, berdasarkan hasil pengecekan data pada Simpatika, sebagian besar guru lainnya akan dijadwalkan mengikuti AKG pada batch tahun 2026.

Kepala MI Al Fatah Parakancanggah, Durotun Nafisah,  menyampaikan bahwa AKG merupakan sarana refleksi bagi guru untuk melihat sejauh mana kompetensi yang dimiliki serta sebagai dasar pengembangan diri ke depan. “AKG bukan sekadar asesmen, tetapi menjadi cermin bagi guru untuk mengevaluasi kemampuan dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Kami mendorong seluruh guru MIFABARA untuk menyikapi AKG ini sebagai proses belajar yang berkelanjutan,” tuturnya.

Salah satu guru MIFABARA yang mengikuti AKG pada batch tahun ini, Wahid, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari asesmen tersebut. Menurutnya, AKG memberikan pengalaman berharga yang menambah wawasan sekaligus memotivasi dirinya untuk terus belajar dan melakukan evaluasi diri. “AKG ini menambah ilmu dan membuka wawasan saya sebagai guru. Dari asesmen ini, saya jadi tahu apa saja yang perlu ditingkatkan. Hal ini memotivasi saya untuk terus belajar, berbenah, dan meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan AKG secara online berjalan dengan lancar dan menjadi tantangan positif bagi guru untuk semakin adaptif terhadap pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan.

Dengan adanya pembagian jadwal AKG hingga tahun 2026, MIFABARA berharap seluruh guru dapat mempersiapkan diri dengan lebih matang, baik dari aspek pedagogik, profesional, sosial, maupun kepribadian. Madrasah juga terus mendorong budaya belajar dan evaluasi berkelanjutan sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan.

Melalui keikutsertaan dalam AKG, MIFABARA menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidik yang kompeten, reflektif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan di era yang terus berkembang.(nas)

Skip to content