GTK MTs Negeri 1 Banjarnegara Tuntaskan E-Kinerja Triwulan IV

Banjarnegara — Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MTs Negeri 1 Banjarnegara melaksanakan kegiatan penyelesaian E-Kinerja Triwulan IV pada Rabu (8/1). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari kewajiban Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dalam menyusun, melaporkan, serta mengevaluasi kinerja secara periodik melalui sistem digital yang terintegrasi.

E-Kinerja Guru Madrasah merupakan sistem berbasis web yang dikembangkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan diterapkan bagi guru madrasah, termasuk ASN di bawah Kementerian Agama. Sistem ini digunakan untuk menyusun, melaporkan, dan menilai Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) secara daring. Melalui E-Kinerja, setiap guru diwajibkan mengisi Rencana Hasil Kerja (RHK), merealisasikan target yang telah ditetapkan, serta melampirkan bukti-bukti pendukung sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, dalam keterangannya menyampaikan bahwa penyelesaian E-Kinerja Triwulan IV merupakan momentum penting untuk merefleksikan capaian kinerja GTK selama satu tahun terakhir. Menurutnya, E-Kinerja bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen untuk meningkatkan profesionalitas guru.

“E-Kinerja menjadi alat ukur yang objektif dan transparan dalam menilai kinerja guru dan tenaga kependidikan. Melalui sistem ini, setiap aktivitas dan capaian kerja terdokumentasi dengan baik, sehingga akuntabilitas kinerja dapat dipertanggungjawabkan,” ujar H. Yatiman.

Ia juga menambahkan bahwa pengisian E-Kinerja mendorong guru untuk lebih terencana dalam melaksanakan tugas, selaras dengan tujuan peningkatan mutu pembelajaran dan layanan pendidikan di madrasah.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Tata Usaha MTs Negeri 1 Banjarnegara, Aida Wachdah Hikmawati, menjelaskan bahwa pihak tata usaha turut berperan aktif dalam mendampingi GTK selama proses penyelesaian E-Kinerja. Pendampingan dilakukan agar seluruh data terisi dengan benar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami memastikan seluruh GTK memahami alur pengisian E-Kinerja, mulai dari penyusunan RHK, pengisian realisasi, hingga pengunggahan bukti dukung. Ketepatan dan kelengkapan data sangat penting karena berpengaruh pada penilaian kinerja secara keseluruhan,” jelas Aida.

Kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi guru PPPK yang belum lama dilantik. Tri Rohani, guru Prakarya MTs Negeri 1 Banjarnegara, mengungkapkan bahwa meskipun awalnya merasa perlu beradaptasi dengan sistem digital, E-Kinerja membantunya lebih disiplin dan terarah dalam bekerja.

“Sebagai PPPK yang baru dilantik, E-Kinerja mengajarkan kami untuk lebih sistematis dalam merencanakan dan melaporkan pekerjaan. Semua kegiatan pembelajaran dan pengembangan diri harus jelas target dan buktinya,” ungkap Tri Rohani.

Hal serupa disampaikan oleh Agustina Dewi Merdekawati, guru Bahasa Inggris MTs Negeri 1 Banjarnegara. Ia menilai E-Kinerja sebagai sarana refleksi diri atas kinerja yang telah dilaksanakan.

“Dengan E-Kinerja, kami bisa mengevaluasi apa saja yang sudah dicapai dan apa yang perlu ditingkatkan. Sistem ini menuntut kejujuran dan tanggung jawab, sehingga kami termotivasi untuk terus memperbaiki kualitas pembelajaran,” tuturnya.

Melalui penyelesaian E-Kinerja Triwulan IV ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara menegaskan komitmennya dalam mendukung penerapan sistem kinerja yang transparan dan akuntabel. Diharapkan, optimalisasi E-Kinerja dapat berkontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan madrasah serta profesionalisme GTK secara berkelanjutan. (Lin)

Skip to content