Matangkan Uji Prada 2026, MTs Negeri 1 Banjarnegara Gelar Rapat Persiapan Intensif

Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara menggelar rapat persiapan pelaksanaan Uji Prada (Pramuka Garuda) tahun 2026 pada Jumat pagi (10/1) bertempat di ruang Wakil Kepala Madrasah. Rapat ini menjadi langkah penting untuk mematangkan seluruh aspek teknis maupun nonteknis menjelang pelaksanaan Uji Prada yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat siang di hari yang sama.

Rapat persiapan tersebut diikuti oleh panitia pelaksana, para pembina Pramuka, serta penguji Uji Prada. Agenda utama rapat membahas kesiapan peserta, teknis pelaksanaan ujian, kelengkapan administrasi, pembagian tugas panitia, serta mekanisme penilaian bagi sembilan Pramuka Penggalang pangkalan MTs Negeri 1 Banjarnegara yang akan mengikuti Uji Prada.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Panitia, Yuliana Rahmanti. Dalam arahannya, Yuliana menegaskan bahwa Uji Prada merupakan tahapan tertinggi dalam jenjang Pramuka Penggalang sehingga harus dipersiapkan secara matang dan bertanggung jawab.

“Uji Prada bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi puncak pembuktian karakter, keterampilan, dan kedewasaan sikap para Pramuka Penggalang. Oleh karena itu, seluruh panitia dan pembina harus memastikan pelaksanaannya berjalan tertib, objektif, dan sesuai dengan pedoman kepramukaan,” ujar Yuliana.

Ia juga menyampaikan bahwa koordinasi antarpanitia menjadi kunci keberhasilan kegiatan. Mulai dari kesiapan tempat, perangkat ujian, hingga dokumentasi dan laporan kegiatan harus diperhatikan dengan baik.

“Kami berharap semua pihak bekerja sama agar sembilan peserta dapat mengikuti Uji Prada dengan lancar dan mendapatkan pengalaman berharga,” tambahnya.

Pembina Pramuka MTs Negeri 1 Banjarnegara, Ikhsanudin, dalam rapat tersebut menyampaikan bahwa para peserta telah melalui proses pembinaan dan seleksi yang cukup panjang. Menurutnya, sembilan Pramuka Penggalang yang mengikuti Uji Prada merupakan siswa-siswa pilihan yang dinilai siap secara mental, fisik, dan spiritual.

“Anak-anak ini telah melalui berbagai tahapan latihan, pengujian SKU, serta pembiasaan sikap kepramukaan dalam keseharian. Uji Prada ini menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana mereka mampu mengamalkan nilai-nilai Dasa Dharma dan Tri Satya,” ungkap Ikhsanudin.

Ia juga berpesan agar para penguji dapat menjalankan tugasnya secara profesional dan mendidik.

“Ujian ini bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk meneguhkan. Penilaian harus objektif, adil, dan tetap mengedepankan pembinaan,” tegasnya.

Sementara itu, pembina sekaligus penguji, Surya Widhi Prakosa, menjelaskan bahwa materi Uji Prada mencakup berbagai aspek kepramukaan, baik pengetahuan, keterampilan, maupun sikap.

“Peserta akan diuji tidak hanya dari kemampuan teknis seperti pionering, tali-temali, dan pengetahuan kepramukaan, tetapi juga dari sikap, kepemimpinan, serta tanggung jawab mereka sebagai Pramuka Garuda,” jelas Surya.

Senada dengan itu, pembina dan penguji lainnya, Agustina Dewi Merdekawati, menekankan pentingnya kesiapan mental peserta. Menurutnya, Uji Prada merupakan ajang pembentukan karakter yang kuat bagi siswa.

“Kami ingin melihat bagaimana peserta mampu mengambil keputusan, bekerja sama, serta menunjukkan keteladanan. Pramuka Garuda adalah simbol prestasi dan karakter unggul,” tutur Agustina.

Melalui rapat persiapan ini, diharapkan pelaksanaan Uji Prada Pramuka Garuda MTs Negeri 1 Banjarnegara tahun 2026 dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan bermakna. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen madrasah dalam membina generasi muda yang berkarakter, berdisiplin, dan berjiwa kepemimpinan melalui kegiatan kepramukaan. (Lin)

Skip to content