Peringatan Isra Mi’raj di Megabara : Raih Kesuksesan Belajar dengan Meningkatkan Kualitas Sholat Lima Waktu

Banjarnegara – Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Banjarnegara ( Megabara ) menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada hari Sabtu (17/1/2026) bertepatan dengan 28 Rajab 1447 H dengan penuh khidmat. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB dan bertempat di indoor serba guna madrasah ini mengusung tema yang sangat relevan antara dunia pendidikan dengan peristiwa Isra Mi’raj yaitu Rahasia Sukses Belajar dengan Menjaga Kualitas Shalat.

Kegiatan ini  bukanlah sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum bagi para murid untuk merefleksikan kembali perintah sholat 5 waktu melalui peristiwa bersejarah ini.

Kepala Madrasah, Natir dalam sambutannya menekankan bahwa kecerdasan intelektual harus dibarengi dengan kecerdasan spiritual. Hal ini sangat sesuai dengan tema yang diusung pada peringatan Isra Mi’raj kali ini.

“ Shalat sebagai tiang agama sekaligus menjadi pilar kesuksesan yang menjadi kunci kedisiplinan. Jika seorang murid selalu menjaga kualitas sholat dengan tepat waktu, ia akan menjadi pribadi yang disiplin. Ia akan berlatih untuk fokus dan tekun dalam memahami pelajaran karena telah terdidik melalui shalat yang berusaha dilakukan dengan khusyu. Ini yang mengantar pada kesuksesan belajar pastinya. Semoga sukses untuk kalian semua. Aamiin, “ tegas beliau. Sembari menasihati kepada seluruh murid agar tetap menjaga diri dari berbagai hal tidak baik yang bisa menghalangi kesuksesan dalam belajar seperti pacaran, merokok, dsb.

Sebagai pembicara kali ini adalah Fathudin, salah satu pendidik di Megabara. Beliau menyampaikan tausiyah dengan sangat interaktif di hadapan ratusan murid dan guru yang mendampingi. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan berbagai hal terkait peristiwa Isra Mi’raj Nabi.

“ Kesedihan yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW pada saat Amul Huzni yakni tahun kesedihan mendalam bagi rasulullah. Hal ini karena beliau kehilangan dua sosok penting dalam hidupnya: istrinya, Sayyidah Khadijah dan pamannya, Abu Thalib, yang selalu memberi penguat dalam dakwahnya. Inilah yang melatar belakangi peristiwa Isra Mi’raj sebagai bentuk penghiburan dan penguatan dari Allah SWT kepada rasulullah, “ terang guru Bahasa Arab di Megabara ini.

Beliau juga menyampaikan bahwasanya, Isra Mi’raj merupakan perjalanan  yang luar biasa. Perjalanan diluar nalar manusia.

“ Secara logika, perjalanan yang harusnya dilalui sampai 4 M 320 juta km jarak yang harus di tempuh diukur dari perjalanan cahaya menurut para ahli, tapi dalam Isra Mi’raj hanya dicapai dalam semalam dengan menggunakan buraq oleh Khoirul Bariyah ( sebaik-baik makhluk yang secara khusus sering diartikan sebagai Nabi Muhammad. Isra’ adalah perjalanan dari Masjidil Haram ( Mekah ) ke Masjidil Aqsa ( Yerusalem ), sedangkan Mi’raj adalah kenaikan dari Masjidil Aqsa ke langit tujuh ( Sidratul Muntaha ), untuk menerima perintah shalat lima waktu langsung dari Allah, “ beliau melanjutkan adanya perintah shalat kepada umatnya memiliki kolerasi dengan kesuksesan belajar. Hal ini menunjukkan, murid yang khusyu dan terus memperbaiki kualitas shalat akan berhasil dalam pendidikannya karena sudah terbiasa dengan disiplin dan senantiasa konsentrasi dengan pelajaran yang dipelajari karena terlatih dengan shalat yang khusyu.

“ Shalat tepat waktu melatih manajemen waktu murid dalam belajar. Dengan shalat khusyu akan memberikan ketenangan batin mengahdapi materi pelajaran. Koneksi yang baik dengan sang pencipta akan membukakan pintu kemudahan dalam menyerap pelajaran. “ pungkasnya.

Acara ditutup dengan hadroh simtudduror dari grup hadrah Megabara dan do’a bersama yang dipimpin oleh Samsul Hidayat. Dengan semangat Isra Mi’raj diharapkan seluruh murid Megabara mampu bertransformasi menjadi pribadi yang lebih religious dan berprestasi dikemudian hari. ( FN )

Skip to content