Hindari Iri, Raih Harmoni: Pesan Penyuluh Agama dalam Kajian PKH

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Banjarnegara, Ani Musyarofah, memberikan penguatan nilai-nilai keislaman kepada kelompok binaan Program Keluarga Harapan (PKH) Kelurahan Krandegan bersama pendamping PKH, Citra Aristy Yusliani, pada hari Senin pagi (19/1) dengan tema iri dan hasad. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran spiritual serta memperkuat keharmonisan sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Dalam kajiannya, penyuluh agama menjelaskan bahwa iri dan hasad merupakan penyakit hati yang dapat merusak ketenangan batin, melemahkan rasa syukur, serta memicu konflik antar individu.”Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa menjaga kebersihan hati, menerima ketentuan Allah dengan lapang dada, dan menumbuhkan sikap saling mendoakan dalam kebaikan,”tuturnya.

“Iri dan hasad sering muncul tanpa disadari, terutama saat melihat keberhasilan atau kebahagiaan orang lain. Padahal, setiap manusia memiliki rezeki dan ujian masing-masing. Sikap qana’ah dan syukur menjadi kunci utama untuk menghindari perasaan negatif tersebut,”tambahnya.

Kajian berlangsung dengan suasana hangat dan interaktif. Peserta PKH tampak antusias mengikuti materi, bahkan beberapa di antaranya berbagi pengalaman pribadi terkait bagaimana perasaan iri dapat memengaruhi hubungan keluarga maupun lingkungan sekitar. Penyuluh agama pun memberikan nasihat praktis, seperti memperbanyak dzikir, introspeksi diri, serta membiasakan mendoakan kebaikan bagi sesama.

Melalui kegiatan ini, diharapkan anggota PKH tidak hanya memperoleh manfaat secara ekonomi dari program pemerintah, tetapi juga mendapatkan penguatan mental dan spiritual. Dengan hati yang bersih dari iri dan hasad, keharmonisan dalam keluarga dan masyarakat dapat terwujud.

Kajian keagamaan ini menjadi salah satu upaya nyata penyuluh agama dalam mendampingi masyarakat, khususnya kelompok PKH, agar mampu menjalani kehidupan yang lebih tenang, rukun, dan penuh rasa syukur.

Skip to content