MIMAU LAKUKAN PEMBELAJARAN INTERAKTIF TANDA BACA DAN TANDA KATA PENGHUBUNG

Banjarnegara – Senin, 12 Januari 2026 MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo atau yang biasa dikenal dengan sebutan MIMAU terus memperkuat kualitas literasi dasar peserta didik melalui pembelajaran interaktif Bahasa Indonesia di Kelas IC. Pada kesempatan ini, guru kelas Nuri Fatimah, membimbing siswa memahami penggunaan tanda baca dan kata penghubung secara baik dan benar dalam penulisan kalimat. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan kontekstual yang menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari siswa, serta menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan komunikatif. Pembelajaran dirancang agar setiap peserta didik tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya melalui contoh konkret, sebagai bagian dari penguatan karakter literasi sejak dini.(14/1)

Kegiatan diawali dengan penjelasan dasar mengenai fungsi tanda titik, koma, dan tanda tanya, dan juga kata penghubung yang disampaikan secara sederhana dan mudah dipahami oleh peserta didik. Guru menghadirkan contoh kalimat di papan tulis, memancing tanya jawab, dan mengajak siswa untuk membaca serta menentukan letak tanda baca yang tepat. Pola belajar dialogis dua arah yang diterapkan mampu membangkitkan rasa percaya diri dan keberanian siswa dalam menjawab pertanyaan secara aktif di dalam kelas, sekaligus mendorong mereka untuk berpikir kritis terhadap struktur dan makna kalimat.

Tidak hanya berhenti pada penjelasan teori, pembelajaran dilanjutkan dengan latihan menggunting dan menempel mandiri di buku tulis masing-masing. Siswa diminta menggunting tanda titik, koma, dan tanda tanya, dan juga kata penghubung untuk kemudian dipasangkan dengan tulisan sesuai dengan tanda tersebut. Berdasarkan contoh gambar dan penjelasan sebelumnya, lalu siswa memperhatikan kesesuaian arti penggunaan tanda baca yang benar. Nuri membimbing dan memberikan koreksi langsung secara individual bergantian agar setiap anak memahami dengan tepat peranan tanda baca dalam memperjelas makna kalimat. Kegiatan ini sekaligus melatih keterampilan berpikir runtut, kerapian menempel yang sesuai, fokus perhatian, serta ekspresif pada diri peserta didik.

“jadi jangan sampai salah menempelkan ya..karna salah tempel nanti dapat merubah arti,”jelas Nuri dihadapan siswa kelas 1C.

Antusiasme peserta didik terlihat tinggi sepanjang proses pembelajaran. Ketika sebelum praktek dimulai banyak siswa yang tampil secara dulu-duluan dengan cara unjuk jari menjawab conto yang diberikan, yang tentunya disambut apresiasi dari guru dan teman-teman sekelas. Beberapa siswa bahkan mampu memberikan contoh kalimat tambahan berdasarkan ide mereka sendiri, menunjukkan bahwa pembelajaran mendorong kreativitas dan spontanitas positif. Lingkungan kelas yang kondusif dan suportif menjadikan suasana belajar lebih hidup, sehingga pembelajaran tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menyenangkan, kolaboratif, dan membangun pengalaman belajar yang bermakna.

Melalui kegiatan ini, Wahyul Khomisah selaku kepala madrasah menegaskan komitmennya dalam memperkuat kemampuan literasi dasar peserta didik sejak jenjang dini. Pembelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya diarahkan pada aspek kognitif semata, tetapi juga pengembangan kecakapan komunikasi, ketelitian berbahasa, serta karakter peserta didik agar mampu menulis, membaca, dan menyampaikan gagasan dengan baik. Madrasah memastikan bahwa setiap program pendidikan yang diselenggarakan selalu sejalan dengan kebutuhan pembelajaran abad 21 yang menuntut kemampuan literasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah. MIMAU akan terus menjaga kesinambungan program pembelajaran literasi yang kreatif, adaptif, dan sejalan dengan kebijakan Kementerian Agama demi mencetak generasi literat, religius, dan berdaya saing tinggi di masa depan.

“Sering sekali saya mengingatkan kepada guru-guru agar selalu meningkatkan literasi sejak dini, karna ini sangat penting. Ajak anak didik bekerja sama dalam meningkatkan literasi, tujuannya agar MIMAU dapat mencetak generasi yang unggul baik dalam akademik maupun non akademik, sesuai slogan kita Cekatan (cerdas, kreatif, inovatif dan Qur’ani,” jelas Wahyul. (NF)

Skip to content