Banjarnegara (Humas) – Sebagai wujud kepedulian dan kerjasama lintas sektoral, Penyuluh Agama Islam Fungsional pada Kantor Urusan Agama (KUA) Pejawaran ikut berpartisipasi pada kegiatan penanaman pohon di lokasi bencana tanah longsor Dusun Melikan, Desa Giritirta, Kecamatan Pejawaran, Selasa (20/01/2025). Perlu diketahui bahwa bencana tanah longsor telah terjadi di Dusun Melikan, Giritirta pada Rabu malam (14/01/2026) setelah diguyur hujan dengan intensitas yang cukup tinggi. Tanah longsor menyebabkan 4 rumah rusak berat dan memaksa 48 KK (sekitar 165 jiwa) mengungsi ke tetangga dan saudarayang lebih aman.
Seminggu setelah kejadian, setelah dilakukan pembersihan material longsor di lokasi bencana, diadakan penanaman pohon yang diselenggarakan oleh warga masyarakat, anggota TNI Koramil Pejawaran, relawan kebencanaan dan Penyuluh Agama KUA Pejawaran. Ada 3 jenis pohon yang di tanam di tebing longsoran yaitu aren, kopi dan kaliandra yang merupakan tipe pohon berakar kuat.
Kepala Desa Giritirta, Eri Yulianti mengatakan bahwa tujuan diadakan penanaman pohon ini adalah agar tebing menjadil lebih kuat di masa yang akan datang.
“Dengan kita tanami pohon yang berakar kuat di tebing longsoran diharapkan tanah menjadi lebih kuat dan tidak akan ada kejadian serupa di masa yang akan datang. Kami juga mengucapkan teria kasih kepada pihak-pihak yang telah ikut berpartisipasi pada kegiatan ini, termasuk teman-teman dari KUA. Kebetulan salah satu pegawai dai KUA yaitu Alhidayat adalah waga kami yang juga termasuk korban”, terangnya.
Ada 3 orang Penyuluh Agama Islam pada KUA Pejawaran yang ikut berpartisipasi pada kegiatan ini, yaitu: Agus Salam, Alhidayat dan Khatno. Dengan penuh semangat mereka berbaur dengan warga masyarakat serta relawan lain dalam penanaman bibit pohon di tebing longsoran yang sangat curam. Agus Salam mengatakan bahwa keikutsertaan penyuluh merupakan bagian dari dakwah bil khal dengan perbuatan nyata pada aksi sosial.
“Ketika kami dikabari bahwa akan ada penanaman pohon bersama di lokasi bencana tanah longsor, tanpa pikir panjang, segera kami berangkat ke lokasi. Ini adalah bagian dari dakwah bil khal dan kewajiban sebagai khalifah di bumi untuk merawat lingkungan. Selain itu, kegiatan ini adalah sebuah gerakan dukungan terhadap program ekotelogi yang di canangkan oleh Kementerian Agama. Semoga hal kecil yang sudah kami lakukan dapat bermanfaat bagi masyarakat sesuai dengan slogan Kemenag Berdampak”, tandasnya.
(az/azd)
