Syahdu dan Sakral, Momen Pernikahan Bulan Syaban di KUA Rakit Jadi Pilihan Favorit

Banjarnegara (Humas) — Suasana syahdu dan penuh kekhidmatan terasa menyelimuti Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rakit saat memasuki Bulan Syaban. Bulan yang dikenal sebagai pengantar menuju Ramadhan ini kembali menjadi waktu favorit bagi banyak pasangan calon pengantin untuk melangsungkan akad nikah. Nuansa religius yang kental menjadikan setiap prosesi pernikahan terasa lebih sakral dan bermakna. (27/1/2026)

Sejak awal Syaban, aktivitas pelayanan pernikahan di KUA Rakit tampak meningkat. Calon pengantin datang silih berganti dengan raut wajah harap dan bahagia, didampingi keluarga terdekat. Akad nikah yang digelar sederhana namun khidmat menjadi pilihan utama, sejalan dengan semangat kesederhanaan dan keberkahan yang melekat pada bulan ini.

Kepala KUA Rakit, Tabah Agung Sokayani, menyampaikan bahwa Bulan Syaban memiliki nilai spiritual yang kuat bagi umat Islam, termasuk dalam memilih waktu pernikahan. “Syaban adalah bulan persiapan menuju Ramadhan. Menikah di bulan ini menjadi momentum yang sangat baik untuk memulai rumah tangga dengan niat ibadah dan kesiapan lahir batin,” ujarnya.

Menurutnya, banyak pasangan yang secara sadar memilih Bulan Syaban karena suasananya yang lebih tenang dan religius. “Kami melihat calon pengantin lebih fokus pada esensi akad nikah. Mereka ingin pernikahannya sederhana, khidmat, dan penuh doa, bukan sekadar seremonial,” tambah Tabah Agung.

Prosesi akad nikah di KUA Rakit berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Lantunan ijab kabul yang diucapkan sekali tarikan nafas menjadi puncak momen sakral yang dinanti. Isak haru keluarga dan doa-doa yang dipanjatkan menambah suasana syahdu di setiap pelaksanaan pernikahan.

Dalam kesempatan tersebut, Tabah Agung juga menegaskan komitmen KUA Rakit dalam memberikan pelayanan prima. “Kami berupaya memastikan seluruh proses berjalan lancar, baik administrasi maupun pelaksanaan akad. Selain itu, kami selalu menyelipkan nasihat pernikahan agar pasangan memahami tanggung jawab membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah,” jelasnya.

Bagi sebagian pasangan, menikah di Bulan Syaban bukan hanya soal waktu, tetapi juga kesiapan spiritual. Mereka memanfaatkan bulan ini untuk memperbanyak doa, memohon kelancaran acara, serta berharap rumah tangga yang dibangun kelak menjadi ladang ibadah dan keberkahan.

Dengan nuansa religius yang kuat, pelayanan yang ramah, serta suasana yang syahdu, momen pernikahan di Bulan Syaban di KUA Rakit terus menjadi pilihan favorit. Seperti disampaikan Kepala KUA Rakit, pernikahan bukan sekadar ikatan lahir, melainkan awal perjalanan suci yang harus dijaga dengan komitmen, doa, dan tanggung jawab bersama. 

(Sks/azd)