Penyuluh Agama Islam KUA Rakit Dakwah Melalui Media Musik Rebana di SMK Panca Bhakti Rakit

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Rakit, Sodikin, melaksanakan kegiatan dakwah melalui media musik rebana di SMK Panca Bhakti Rakit, Kamis (29/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan keagamaan bagi pelajar melalui pendekatan seni yang edukatif dan komunikatif.

Kegiatan dakwah tersebut diikuti oleh para siswa dengan penuh antusias. Sejak awal kegiatan, siswa tampak aktif mengikuti materi dan praktik rebana yang dipandu langsung oleh penyuluh agama Islam KUA Rakit, menciptakan suasana belajar yang religius namun tetap menyenangkan.

Dalam penyampaiannya, Sodikin menekankan pentingnya menanamkan kecintaan terhadap sholawat Nabi sebagai bagian dari pengamalan ajaran Islam. Menurutnya, sholawat tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga mampu membentuk karakter siswa agar lebih santun, disiplin, dan berakhlak mulia.

Melalui pelatihan rebana, para siswa diajak untuk memahami bahwa musik dapat menjadi sarana dakwah yang positif apabila digunakan untuk menyampaikan nilai-nilai keislaman. Media musik rebana dipilih karena dekat dengan budaya masyarakat dan mudah diterima oleh kalangan remaja.

Sodikin berharap kegiatan ini mampu mendorong siswa untuk tidak hanya terampil memainkan rebana, tetapi juga konsisten mengamalkan perintah agama dalam kehidupan sehari-hari sesuai tuntunan Nabi Muhammad saw. “Melalui rebana dan sholawat, kami berharap nilai-nilai Islam dapat tertanam kuat dalam diri para siswa,” ujarnya.

Guru pendamping kegiatan, Mustholih, memberikan apresiasi atas metode dakwah yang disampaikan. Ia menilai pendekatan melalui media musik rebana sangat efektif dalam menyentuh dunia remaja yang cenderung menyukai seni dan kreativitas.

“Kegiatan ini sangat positif dan bermanfaat. Siswa terlihat lebih antusias dan mudah menerima pesan keagamaan karena disampaikan melalui media yang mereka sukai,” kata Mustholih.

Ia berharap kegiatan dakwah melalui media musik rebana dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual siswa, sehingga mampu melahirkan generasi muda yang cinta sholawat, taat beragama, dan berakhlak mulia. 

(Sks/azd)