Penyuluh Agama Islam KUA Wanadadi Tanamkan Nilai Syukur Melalui Majelis Taklim Durrotul Hikmah

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Wanadadi melaksanakan kegiatan bimbingan penyuluhan dan pembangunan keagamaan di Majelis Taklim Durrotul Hikmah, Dukuh Karangjambu, Desa Kandangwangi, Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan serta membangun karakter masyarakat yang berakhlakul karimah.

Kegiatan kepenyuluhan tersebut diisi oleh Penyuluh Agama Islam KUA Wanadadi, Namyroh Ndaruwati dan Dewi Kholifah, dengan materi utama tentang pentingnya sikap syukur dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Dalam penyampaiannya, Namyroh Ndaruwati menjelaskan bahwa manusia dalam menyikapi nikmat Allah Swt dapat dikelompokkan ke dalam empat golongan. “Golongan pertama adalah orang yang ketika diberi nikmat tidak mau bersyukur, namun ketika tidak diberi nikmat justru marah dan jengkel. Ini termasuk golongan manusia yang paling buruk,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, golongan kedua adalah orang yang bersyukur ketika diberi nikmat, namun marah saat tidak mendapatkannya. “Golongan ini lebih buruk dibandingkan segawon atau anjing, karena belum mampu menerima ketentuan Allah dengan lapang dada,” ungkap Namyroh.

Golongan ketiga, lanjutnya, adalah orang yang bersyukur ketika diberi nikmat dan bersabar ketika tidak diberi nikmat. “Golongan ini setara dengan segawon, karena sudah memiliki sikap syukur dan sabar, namun belum sampai pada tingkat kepedulian sosial,” tuturnya.

Adapun golongan keempat merupakan golongan yang paling mulia. “Yaitu orang yang ketika diberi nikmat ia bersyukur, dan ketika mendapat kelebihan nikmat ia membagikannya kepada orang lain. Inilah golongan terbaik dan paling mulia di sisi Allah Swt,” tegas Namyroh.

Sementara itu, Dewi Kholifah menambahkan bahwa sikap syukur, sabar, dan gemar berbagi merupakan pondasi penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. “Dengan membiasakan diri bersyukur dan peduli terhadap sesama, insyaallah kehidupan akan lebih tenang dan penuh keberkahan,” ujarnya.

Kegiatan penyuluhan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme dari jamaah Majelis Taklim Durotul Hikmah. Jamaah mengikuti kegiatan dengan khidmat dan aktif menyimak materi yang disampaikan.

Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Islam KUA Wanadadi berharap nilai-nilai syukur, kesabaran, dan kepedulian sosial dapat semakin tertanam dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. KUA Wanadadi berkomitmen untuk terus menghadirkan pembinaan keagamaan yang berkelanjutan sebagai bagian dari upaya Kementerian Agama dalam mewujudkan masyarakat yang religius, moderat, dan berakhlakul mulia. 

(NN/azd)

Skip to content