Banjarnegara (Humas) – Ada kabar sejuk dari Dusun Bulu, Desa Pagentan. Majelis Taklim Miftahul Jannah baru saja merayakan momen penting pada Kamis (12/2/2026). Kini, kegiatan ngaji dan kumpul-kumpul positif mereka bukan lagi sekadar rutinitas biasa, tapi sudah resmi diakui negara lewat Surat Keputusan (SK) Izin Operasional (IJOP) dari Kementerian Agama.
Ibarat kendaraan yang punya SIM, sekarang Majelis Taklim yang dipimpin oleh Ibu Turah ini sudah punya landasan hukum yang kuat. Penyerahan SK sakti ini dilakukan langsung oleh M. Syaiful Abidin, Penyuluh Agama Islam dari KUA Pagentan, di Gedung TPQ Al Hikmah Bulu Pagentan.
Mungkin banyak yang mikir, “Ah, cuma kertas aja, kan?” Eits, jangan salah! Syaiful menjelaskan kalau SK IJOP ini adalah kunci pembuka banyak pintu. Dengan terdaftar secara resmi di database Kemenag, Majelis Taklim Miftahul Jannah sekarang punya akses buat:
- Program Pemberdayaan: Bisa ikut pelatihan-pelatihan keren dari pemerintah.
- Akses Bantuan: Lebih gampang kalau mau mengajukan bantuan sarana atau prasarana.
- Materi Terstruktur: Dapat bimbingan materi dakwah yang adem dan sesuai kurikulum yang sehat.
“Negara itu mau hadir buat mendukung dakwah kita. Jadi, kalau sudah legal begini, pengurus tinggal fokus mikirin gimana caranya majelis makin maju,” tutur Syaiful di depan sekitar 51 jamaah yang hadir.
Suasana di lokasi terasa hangat banget. Ibu Turah selaku ketua majelis nggak bisa menyembunyikan rasa harunya. Selama ini mereka bergerak mandiri, tapi sekarang merasa lebih diperhatikan oleh pemerintah melalui KUA Pagentan.
Menariknya, Syaiful juga sempat berpesan kalau majelis taklim itu sebenarnya adalah “benteng moral”. Karena isinya mayoritas ibu-ibu, mereka adalah guru pertama di rumah. Kalau ibu-ibunya pinter dan agamanya kuat, anak-anak di rumah juga pasti terjaga dari pengaruh negatif zaman sekarang.
“Dulu kami jalan sendiri, sekarang rasanya lebih percaya diri karena sudah diakui. Terima kasih buat KUA Pagentan yang sabar mendampingi kami,” tutur Ibu Turah, Ketua Majelis Taklim Miftahul Jannah.
Acara ditutup dengan doa bersama. Harapannya, Majelis Taklim Miftahul Jannah nggak cuma jadi tempat baca Yasin atau pengajian rutin saja, tapi bisa jadi pusat gerakan sosial dan ekonomi warga Dusun Bulu yang membawa berkah buat semuanya.
(msa/azd)







