Penyuluh Agama Islam Kabupaten Banjarnegara melaksanakan kegiatan Ramadhan Safari melalui kerja sama antara Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara dan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Banjarnegara.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid At-Taubah Kompleks Lapas Kelas IIB Banjarnegara tersebut diikuti puluhan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Suasana tampak khidmat saat para warga binaan duduk bersila menyimak lantunan ayat suci Al-Qur’an sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian.
Program ini bertujuan memberikan bekal spiritual bagi warga binaan agar memiliki landasan moral yang kuat ketika kembali ke tengah masyarakat.
Metode Pembelajaran Disesuaikan Kemampuan
Penyuluh Agama Islam, Ustaz Aris Amaludin Ahmad, menjelaskan bahwa pembelajaran dilakukan dengan pendekatan yang menyesuaikan latar belakang kemampuan warga binaan yang beragam.
Metode yang diterapkan antara lain:
- Metode Iqra, bagi warga binaan yang masih pada tahap dasar atau belum mengenal huruf hijaiyah;
- Tahsin dan Tajwid, bagi warga binaan yang telah lancar membaca namun perlu penyempurnaan makhraj dan hukum bacaan.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam, Suntoro, menegaskan bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca.
“Kami tidak hanya mengajarkan cara membaca, tetapi juga menanamkan nilai kesabaran dan taubat yang terkandung dalam Al-Qur’an. Harapannya, jeruji besi ini menjadi madrasah bagi mereka untuk memperbaiki diri,” ujarnya.
Dampak Positif bagi Warga Binaan
Salah satu warga binaan berinisial R (34) mengaku bersyukur atas adanya program tersebut. Ia yang sebelumnya belum mampu membaca Al-Qur’an, kini telah mencapai tingkat Iqra 4.
“Dulu di luar saya tidak sempat belajar agama. Di sini justru saya menemukan ketenangan. Belajar mengaji membuat hati saya lebih tenang dan waktu terasa lebih bermakna,” ungkapnya.
Kepala Lapas Kelas IIB Banjarnegara menegaskan bahwa sinergi dengan Kementerian Agama merupakan bagian dari pemenuhan hak beribadah warga binaan sekaligus upaya pembinaan karakter.
Menurutnya, program keagamaan tersebut juga menjadi salah satu indikator penilaian perilaku baik yang dapat menjadi pertimbangan dalam pengusulan remisi sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui Ramadhan Safari ini, diharapkan pembinaan spiritual warga binaan semakin optimal serta mampu membentuk pribadi yang lebih baik, berakhlak, dan siap kembali berkontribusi positif di masyarakat.
