Banjarnegara – Suasana pembelajaran yang aktif dan menyenangkan terlihat di kelas 1C MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) saat kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia berlangsung Selasa kemarin. Pada kegiatan tersebut, para murid diajak untuk belajar menulis cerita sederhana tentang berbagai profesi, yaitu dokter, guru, dan nelayan.(9/3)
Dalam kegiatan ini, murid diberikan kebebasan untuk memilih salah satu profesi yang mereka sukai. Setelah menentukan pilihan, mereka kemudian diminta untuk membuat cerita sederhana tentang pekerjaan tersebut menggunakan kalimat mereka sendiri. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemampuan menulis, memperkaya kosakata, serta menumbuhkan imajinasi dan pemahaman murid terhadap berbagai jenis pekerjaan di masyarakat.
Guru kelas 1C Nuri Fatimah menjelaskan bahwa metode pembelajaran ini dirancang agar murid lebih aktif dan kreatif dalam belajar Bahasa Indonesia. Dengan menulis cerita tentang profesi, murid tidak hanya belajar menyusun kalimat, tetapi juga mengenal peran penting berbagai pekerjaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Dari ketiga profesi yang sudah disebutkan yaitu Dokter, Guru dan Nelayan, silahkan kalian tentukan salah satu profesi atau pekerjaan yang akan kalian buatkan cerita. Setelah itu silahkan dibacakan di kelas,” ungkap Nuri panggilan akrab guru kelas 1C itu menjelaskan.
Selama kegiatan berlangsung, para murid tampak antusias. Ada yang memilih menulis cerita tentang dokter yang membantu orang sakit, ada pula yang menuliskan kisah tentang guru yang mengajar di sekolah, serta nelayan yang pergi ke laut untuk mencari ikan. Dengan penuh semangat, murid menuliskan ide mereka di buku tulis masing-masing.
Setelah selesai menulis, beberapa murid diberi kesempatan untuk membacakan cerita yang telah mereka buat di depan kelas. Kegiatan ini semakin menambah rasa percaya diri murid serta melatih kemampuan berbicara mereka.
Melalui pembelajaran ini, diharapkan murid kelas 1C MIMAU dapat semakin berkembang dalam kemampuan literasi, khususnya dalam menulis dan bercerita. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi salah satu cara untuk menanamkan penghargaan kepada berbagai profesi yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat.
Wahyul Khomisah selaku kepala madrasah juga berpesan kepada semua guru MIMAU. Bukan hanya guru kelas saja namun guru mata pelajaran juga harus kreatif dalam mengembangkan kegiatan belajar mengajar di setiap harinya.
“Pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan sehingga murid semakin semangat dalam belajar serta mampu mengembangkan kemampuan berbahasa sejak dini,” ungkap Wahyul Khomisah ketika menutup doa kegiatan pada hari itu bersama guru-guru MIMAU (NF)







