Banjarnegara (Humas) — Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Karangkobar untuk menghadirkan penguatan spiritual bagi masyarakat. Pada Selasa (10/3/2026), para penyuluh melaksanakan kegiatan Bimbingan Rohani Islam (Bimrohis) bagi pasien di Puskesmas Karangkobar.
Melalui doa bersama dan tausiyah singkat, para pasien diajak untuk tetap kuat, sabar, dan tidak berputus asa dalam menjalani ujian sakit. Dalam suasana Ramadan yang penuh berkah, para pasien diingatkan bahwa setiap keadaan dapat menjadi jalan untuk semakin mendekat kepada Allah.
Penyuluh Agama Islam KUA Karangkobar, Amat Zuhri, menyampaikan bahwa sakit bukan semata penderitaan, melainkan juga bentuk ujian yang mengandung banyak hikmah.
“Setiap rasa sakit yang dialami seorang muslim tidaklah sia-sia. Allah menjadikannya sebagai penghapus dosa dan pengangkat derajat bagi hamba-Nya yang bersabar,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar pasien tetap menjaga ibadah sesuai kemampuan. “Sholat tetap bisa dilaksanakan meskipun dalam keadaan sakit, baik dengan duduk maupun berbaring. Yang terpenting adalah menjaga hubungan dengan Allah,” tambahnya.
Sementara itu, Adib menuturkan bahwa bulan Ramadan adalah momentum istimewa untuk memperbanyak amal ibadah dan doa.
“Ramadan adalah bulan penuh rahmat dan ampunan. Dalam kondisi apa pun, termasuk saat sakit, kita tetap dapat mendekatkan diri kepada Allah melalui doa, dzikir, dan ibadah semampunya,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Penyuluh Agama Islam Duwi Rohmah juga berkunjung ke ruang perawatan ibu hamil dan ibu nifas. Ia memberikan motivasi agar para ibu tetap menjaga kesehatan dan semangat dalam menjalani amanah yang diberikan Allah.
“Kehamilan adalah amanah besar yang harus dijaga. Dalam kondisi tertentu, ibu hamil boleh berbuka puasa apabila kesehatannya tidak memungkinkan, dan dapat menggantinya di kemudian hari,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Ramadan merupakan waktu yang sangat baik untuk memperbanyak doa dan ibadah, terlebih bagi ibu hamil yang doanya dikenal mustajab.
“Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah. Mari memperbanyak doa dan ibadah. Terlebih bagi ibu hamil, manfaatkan momen ini untuk banyak berdoa agar anak yang dikandung kelak menjadi anak yang saleh dan salehah,” tuturnya.
Kepada para ibu nifas, Duwi Rohmah juga menyampaikan pesan agar tetap semangat dalam merawat dan menyusui buah hati, serta senantiasa mendoakan kebaikan bagi masa depan anak-anak mereka.
Selain memberikan motivasi dan penguatan spiritual, para penyuluh juga memanjatkan doa bersama bagi para pasien agar diberikan kesembuhan, keselamatan, serta kekuatan dalam menjalani ujian sakit.
Kegiatan Bimrohis ini diharapkan mampu menghadirkan ketenangan batin bagi para pasien serta menumbuhkan optimisme dalam menjalani proses kesembuhan. Dengan sentuhan spiritual di bulan Ramadan, para pasien diingatkan bahwa setiap ujian hidup dapat menjadi jalan untuk semakin dekat kepada Allah.
(dr/azd)







