Banjarnegara – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di halaman Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Mubtadi’in (MIMUB) Kaliwinasuh pada hari terakhir kegiatan belajar di bulan Ramadan. Seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan mengikuti kegiatan salam-salaman sebagai penutup rangkaian pembelajaran selama bulan suci.
Kegiatan ini menjadi momen yang penuh makna karena seluruh warga madrasah saling berjabat tangan dan memohon maaf satu sama lain. Tradisi tersebut dilakukan sebagai bentuk refleksi diri sekaligus mempererat hubungan antara guru dan siswa maupun antarsesama siswa.
Salah satu guru MIMUB, Rini, menjelaskan bahwa kegiatan salam-salaman sengaja dilaksanakan pada hari terakhir kegiatan belajar yang diikuti seluruh siswa. Ia menyebutkan bahwa sebenarnya masih ada satu agenda penutupan pada hari Sabtu.
“Sebenarnya besok masih ada satu acara penutupan di hari Sabtu, tetapi karena tidak semua siswa ikut, jadi salam-salamannya dilaksanakan sekarang agar semua bisa ikut saling memaafkan,” ungkap Rini.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki makna penting karena selama satu tahun pembelajaran tentu terjadi berbagai interaksi yang mungkin saja menimbulkan kesalahpahaman. Dengan adanya salam-salaman, diharapkan semua warga madrasah dapat kembali menjalin hubungan yang lebih baik dan penuh keikhlasan.
Sejak siang hari, para siswa tampak berbaris rapi untuk bersalaman dengan para guru. Setelah itu mereka juga saling berjabat tangan dengan teman-temannya. Senyum dan tawa menghiasi wajah para siswa yang terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Guru fikih MIMUB, Rakhmat, dalam kesempatan itu juga memberikan pesan kepada seluruh siswa agar tetap memaksimalkan ibadah di sisa bulan Ramadan.
“Tinggal beberapa hari lagi Ramadan. Semoga kita semua bisa memaksimalkan ibadah puasa dan amalan lainnya sehingga bisa meraih pahala terbaik di 10 hari terakhir Ramadan,” pesan Rakhmat kepada para siswa.
Ia juga mengingatkan bahwa bulan Ramadan merupakan waktu yang sangat berharga bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur’an, serta memperbaiki hubungan dengan sesama.
Menariknya, kegiatan salam-salaman tersebut dilaksanakan di tengah cuaca siang yang cukup cerah dan terasa terik. Namun kondisi tersebut tidak mengurangi semangat para siswa. Mereka tetap mengikuti kegiatan dengan penuh kegembiraan.
Beberapa siswa bahkan terlihat saling bercanda ringan setelah selesai bersalaman. Suasana yang santai dan penuh keakraban membuat kegiatan tersebut terasa hangat dan menyenangkan.
Kepala madrasah berharap kegiatan sederhana ini dapat menanamkan nilai akhlak mulia kepada para siswa sejak dini, terutama pentingnya meminta maaf, memaafkan, serta menjaga hubungan baik dengan sesama.
Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, rangkaian pembelajaran Ramadan di MIMUB pun resmi ditutup dengan suasana penuh kebersamaan. Diharapkan nilai-nilai kebaikan yang ditanamkan selama bulan suci dapat terus diamalkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari. (rs)







