Banjarnegara – Menjelang libur akhir Ramadan, guru MI Al Fatah Parakancanggah Banjarnegara (MIFABARA), Laeli selaku wali kelas 5D, memberikan bekal pembelajaran kepada siswa agar tetap produktif selama berada di rumah. Bekal tersebut tidak hanya berfokus pada ibadah, tetapi juga pada pembentukan karakter dan penguatan literasi serta kreativitas siswa.(14/3)
Dalam arahannya, Laeli menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara ibadah dan tanggung jawab sebagai pelajar.
“Selama liburan, anak-anak tetap harus belajar. Selain meningkatkan ibadah dan mengamalkan amalan Ramadan, mereka juga perlu menyelesaikan tugas sekolah sebagai bentuk latihan disiplin, amanah, dan tanggung jawab,” ujarnya.
Adapun tugas yang diberikan dirancang menarik dan kontekstual dengan momen Idul Fitri. Tugas pertama, siswa diminta membuat kartu ucapan Idul Fitri, baik secara manual maupun digital, sebagai sarana mengekspresikan kreativitas sekaligus menumbuhkan nilai saling memaafkan.
Tugas kedua, siswa diminta menulis cerita tentang kegiatan mereka selama di rumah hingga momen lebaran. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi sekaligus melatih siswa dalam menuangkan pengalaman dan perasaan mereka dalam bentuk tulisan.
Sementara itu, tugas ketiga berupa dokumentasi keterlibatan siswa dalam kegiatan gotong royong di lingkungan rumah atau masyarakat. Siswa diminta mengirimkan foto sebagai bukti keikutsertaan mereka. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata implementasi nilai-nilai Pancasila, khususnya dalam hal kebersamaan, kepedulian, dan kerja sama.
Kepala madrasah MIFABARA mengapresiasi langkah yang dilakukan wali kelas 5D tersebut.
“Ini adalah pembelajaran yang sangat bermakna karena tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga karakter dan nilai kehidupan. Anak-anak belajar langsung dari lingkungan mereka,” ungkapnya.
Salah satu siswa kelas 5D mengaku senang dengan tugas yang diberikan.
“Tugasnya seru karena bisa dilakukan di rumah bersama keluarga. Saya jadi bisa belajar sambil membantu orang tua,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, MIFABARA berharap siswa tetap aktif, kreatif, dan bertanggung jawab selama liburan Ramadan. Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti di sekolah, tetapi terus hidup dalam keseharian siswa sebagai bagian dari proses pembentukan karakter yang utuh.(nas)







