Banjarnegara (Humas) – Upaya meningkatkan pemahaman keagamaan dan kualitas spiritual masyarakat terus digencarkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan. Pada Kamis (9/4/2026), Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Pagentan, Sutrisno, melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan di Majelis Taklim Darul Ilmi, Desa Kasmaran.
Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.30 WIB ini diikuti oleh sekitar 25 jemaah yang didominasi oleh ibu-ibu majelis taklim setempat. Dengan suasana yang khidmat namun interaktif, Sutrisno mengangkat tema sentral mengenai “Balasan bagi Orang yang Bertakwa”.
Dalam tausiyahnya, Sutrisno menjelaskan bahwa takwa bukan sekadar menjalankan perintah dan menjauhi larangan secara formalitas, melainkan sebuah kesadaran mendalam bahwa Allah senantiasa mengawasi setiap gerak-gerik hamba-Nya. Beliau mengutip beberapa ayat Al-Qur’an yang menjanjikan kemuliaan bagi mereka yang memelihara ketakwaannya.
“Orang yang bertakwa tidak hanya akan mendapatkan ketenangan batin di dunia, tetapi Allah menjanjikan makhrajan atau jalan keluar dari setiap kesulitan hidup serta rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka,” ujar Sutrisno di hadapan para jemaah.
Beliau juga menambahkan bahwa di akhirat kelak, balasan tertinggi bagi orang bertakwa adalah surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. “Ketakwaan adalah bekal terbaik. Mari kita jadikan momentum bulan ini untuk mempertebal kesabaran dan keikhlasan kita dalam beribadah,” imbuhnya.
Kehadiran penyuluh agama di Desa Kasmaran ini mendapat sambutan hangat dari tokoh masyarakat dan tenaga pendidik setempat. Septi, salah seorang guru yang juga aktif dalam menggerakkan kegiatan di Majelis Taklim Darul Ilmi, menyampaikan rasa terima kasihnya atas bimbingan rutin yang diberikan oleh pihak KUA.
“Kami sangat bersyukur dengan kehadiran Pak Sutrisno. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari ibu-ibu di sini. Penjelasan tentang balasan takwa ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus belajar dan memperbaiki diri, meskipun di tengah kesibukan mengurus rumah tangga dan pekerjaan,” ungkap Septi.
Kegiatan penyuluhan ini merupakan bagian dari program rutin KUA Pagentan untuk memastikan syiar Islam sampai ke pelosok desa. Selain memberikan materi ceramah, sesi ini juga diisi dengan dialog interaktif, di mana para jemaah bebas berkonsultasi mengenai persoalan ibadah praktis maupun masalah keluarga.
Dengan adanya bimbingan berkelanjutan seperti ini, diharapkan masyarakat Desa Kasmaran, khususnya jemaah Majelis Taklim Darul Ilmi, memiliki pemahaman agama yang moderat, mendalam, dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai ketakwaan dalam kehidupan bermasyarakat.
(3S/azd)







