Transformasi Spiritual di Lereng Pegunungan: Penyuluh KUA Pagentan Ajak Jamaah Al-Mujahidin Nagasari “Naik Kelas” dalam Ketakwaan

Banjarnegara (Humas) – Suasana khidmat menyelimuti Dusun Nagasari, Desa Nagasari, Kecamatan Pagentan pada Jumat (10/04). Di tengah sejuknya udara pegunungan, sebanyak 20 jamaah Majelis Taklim Al-Mujahidin berkumpul untuk menimba ilmu dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan.

Hadir sebagai narasumber utama, Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Pagentan, Sutrisno, membawakan materi segar dengan tema sentral: “Meningkatkan Kualitas Ketakwaan di Era Modern.”

Dalam paparannya, Sutrisno menekankan bahwa ketakwaan tidak boleh mandek pada tataran ritual semata. Ia mengajak para jamaah untuk melakukan introspeksi diri terkait sejauh mana ibadah yang dilakukan berdampak pada perilaku sehari-hari.

“Takwa itu bukan barang statis, dia harus dinamis dan terus meningkat. Kualitas ketakwaan kita hari ini harus lebih baik dari kemarin. Indikatornya sederhana: seberapa peduli kita pada tetangga dan seberapa jujur kita dalam berucap,” ujar Sutrisno di hadapan para jamaah yang antusias menyimak.

Sutrisno juga menambahkan bahwa di tengah gempuran arus informasi digital, menjaga hati dan pikiran agar tetap selaras dengan tuntunan syariat adalah tantangan sekaligus ladang pahala bagi umat Islam saat ini.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari pengurus Majelis Taklim Al-Mujahidin. Pak Mutoif, selaku Ketua Majelis Taklim, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran penyuluh yang dinilai mampu memberikan pencerahan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat desa.

“Kami sangat bersyukur Pak Sutrisno berkenan rawuh (datang) langsung ke Nagasari. Motivasi yang diberikan sangat mengena di hati jamaah. Harapan kami, kegiatan seperti ini rutin dilakukan agar kualitas iman warga kami tetap terjaga dan terus meningkat,” ungkap Pak Mutoif dengan wajah sumringah.

Kegiatan bimbingan penyuluhan ini merupakan bagian dari program kerja rutin KUA Pagentan dalam memberikan layanan edukasi keagamaan hingga ke pelosok desa. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Kementerian Agama dan masyarakat semakin erat, demi mewujudkan masyarakat yang religius, moderat, dan sejahtera.

Acara yang berlangsung selama satu jam tersebut ditutup dengan sesi dialog interaktif dan doa bersama, memohon keberkahan untuk seluruh warga Desa Nagasari. 

(3S/azd)

Skip to content