Menggetarkan Hati, Penyuluh Agama Islam Wanadadi Ajak Jamaah Fokus Menggapai Rida Ilahi dan Mengingat Akhirat serta Meneladani Akhlak Mulia bagi Generasi Penerus

Banjarnegara (Humas) — Suasana penuh khidmat dan kehangatan menyelimuti kegiatan Majelis Taklim Al Ikhlas Karangkemiri yang digelar pada Senin (13/4/2026). Menghadirkan Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Wanadadi, Dewi Kholifah dan Namyroh Ndaruwati, tausiyah yang disampaikan berfokus pada urgensi memperkuat keimanan serta menata kembali orientasi hidup agar senantiasa terarah pada rida Allah Swt dan kehidupan akhirat serta menanamkan akhlak mulia kepada anak cucu melalui keteladanan nyata, bukan sekadar perintah.

Dalam tausiyah yang disampaikan, Dewi Kholifah mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa menjaga fokus hidup dengan mengingat tujuan akhir sebagai hamba Allah, yaitu meraih kebahagiaan di akhirat. Ia menekankan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara, sehingga diperlukan kesadaran dan kesungguhan dalam menjalani setiap amal.

“Segala yang kita lakukan harus dilandasi niat yang tulus, semata-mata untuk mencari rida Allah Swt. Niat inilah yang akan menentukan nilai setiap amal kita,” ungkapnya dengan penuh penekanan.

Lebih lanjut, jamaah diingatkan agar tidak terperdaya oleh gemerlap dunia. Sikap zuhud menjadi kunci agar hati tetap bersih dan tidak terlena oleh kenikmatan sesaat yang dapat melalaikan dari tujuan akhir. Selain itu, pentingnya mengingat kematian (dzikrul maut) juga menjadi bagian dari muhasabah diri, agar manusia senantiasa waspada dan memperbaiki amal.

Tak kalah penting, Dewi Kholifah juga mengajak jamaah untuk selalu berada dalam lingkungan orang-orang sholeh serta aktif menghadiri Majelis ilmu. Menurutnya, Majelis ilmu bukan hanya tempat menimba pengetahuan, tetapi juga sarana memperkuat keimanan dan menjaga istiqamah dalam kebaikan.

Dewi juga menegaskan bahwa proses belajar adalah kewajiban sepanjang hayat, terlebih dalam membentuk pribadi yang berakhlakul karimah.

“Belajar tidak mengenal batas usia. Justru dari Majelis ilmu seperti ini kita diingatkan kembali untuk terus memperbaiki diri, karena anak cucu kita akan meniru apa yang kita lakukan, bukan hanya apa yang kita ucapkan,” ungkap Dewi Kholifah.

Sementara itu, Namyroh Ndaruwati dalam tausiahnya menerangkan bahwa keluarga adalah madrasah pertama dan utama dalam pembentukan karakter anak. Ia mengajak para jamaah untuk lebih sadar dalam memberikan teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita tidak cukup hanya memberi nasihat atau perintah kepada anak, tetapi harus mampu menjadi contoh nyata. Keteladanan adalah pendidikan terbaik yang akan membekas dalam diri anak hingga dewasa,” tutur Namyroh Ndaruwati.

Kegiatan ini disambut antusias oleh para jamaah yang hadir. Selain sebagai sarana menimba ilmu, Majelis taklim juga menjadi ajang mempererat silaturahmi serta saling menguatkan dalam kebaikan.

Melalui kegiatan Majelis Taklim ini, diharapkan semangat untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Swt semakin tumbuh dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari, serta mampu membentuk pribadi yang lebih beriman, berilmu, berakhlak luhur, istiqamah, dan berorientasi pada kebahagiaan dunia dan akhirat.

Kementerian Agama melalui peran aktif Penyuluh Agama Islam akan terus hadir di tengah masyarakat sebagai garda terdepan dalam memberikan pembinaan keagamaan, guna mewujudkan masyarakat yang religius, harmonis, dan berakhlakul karimah.

(NN/azd)

Skip to content