Penyuluh Agama Islam Banjarnegara Bekali Peserta PKH Pemahaman Silaturrahim untuk Jaga Kerukunan Desa

Banjarnegara (Humas) – Suasana pertemuan warga di dusun Sayer Kelurahan Parakancanggah tampak lebih hangat dari biasanya. Ibu-ibu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) berkumpul bukan sekadar untuk urusan administrasi bantuan, melainkan untuk menimba ilmu agama dalam kajian rutin yang dipandu oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjarnegara, Ani Musyarofah bersama pendamping PKH, Putri Shinta Prima Siwi Prantri, pada hari Selasa pagi (14/4).

“Bantuan sosial harus dibarengi dengan penguatan spiritual, terutama dalam hal silaturrahim. Materi ini diangkat sebagai upaya preventif untuk menjaga harmoni dan kerukunan antarwarga di tingkat desa. Silaturrahim bukan hanya sekadar berkunjung, namun merupakan jembatan pembuka pintu rezeki dan pemanjang umur,”ujar penyuluh.

“Dengan adanya bantuan PKH merupakan rezeki yang tampak, namun silaturrahim adalah kunci agar rezeki tersebut berkah dan tidak cepat habis untuk hal yang sia-sia,” tambahnya.

Beliau juga mengingatkan agar status sebagai penerima manfaat tidak menimbulkan kecemburuan sosial atau gesekan antar-tetangga. Sebaliknya, perkumpulan PKH harus menjadi wadah saling asah, asih, dan asuh. Dengan silaturrahim yang kuat, setiap permasalahan di desa dapat diselesaikan dengan musyawarah dan kepala dingin.

Kerukunan desa dimulai dari kerukunan antar-kelompok kecil. Melalui pemahaman agama yang inklusif, peserta PKH diajak untuk membuang penyakit hati seperti iri dan dengki yang seringkali muncul dalam dinamika bantuan sosial.

Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan doa bersama dan komitmen para peserta untuk menjadi pelopor kerukunan di lingkungan masing-masing. Diharapkan, melalui sentuhan rohani ini, KPM PKH di Banjarnegara tidak hanya berdaya secara ekonomi, tetapi juga memiliki kualitas spiritual yang kokoh demi terciptanya desa yang damai dan religius.

Skip to content