Penyuluh Agama Banjarnegara Berikan Penyuluhan Keagamaan bagi Peserta PKH Parakancanggah

Banjarnegara (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjarnegara, Sulistiyo, melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di wilayah Parakancanggah pada Rabu (15/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh puluhan ibu-ibu peserta PKH dengan antusias.

Kegiatan penyuluhan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas spiritual dan kesejahteraan keluarga, sekaligus bentuk sinergi antara penyuluh agama dengan pendamping PKH di tingkat kecamatan.

Dalam penyampaiannya, Sulistiyo menekankan pentingnya ketahanan keluarga, manajemen rasa syukur, serta pola asuh anak dalam perspektif keagamaan. Ia menyampaikan bahwa pembinaan spiritual menjadi hal penting agar bantuan yang diterima tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga membawa keberkahan dalam kehidupan keluarga.

Kegiatan ini juga merupakan agenda rutin penyuluh agama Islam Banjarnegara yang dilaksanakan bekerja sama dengan pendamping PKH setempat, sehingga para penerima manfaat tidak hanya memperoleh bantuan dari pemerintah, tetapi juga mendapatkan pembekalan nilai-nilai keislaman.

Adapun materi yang disampaikan meliputi:

  • Penguatan mental spiritual, khususnya dalam menjaga keharmonisan rumah tangga di tengah tantangan ekonomi;
  • Edukasi praktis, seperti pentingnya kejujuran dan kemandirian agar bantuan yang diterima menjadi berkah;
  • Sesi dialog interaktif, di mana peserta dapat berkonsultasi terkait persoalan sehari-hari, mulai dari pendidikan anak hingga praktik ibadah.

Salah satu peserta, Siti, mengungkapkan bahwa kehadiran penyuluh agama dalam pertemuan rutin PKH memberikan suasana yang berbeda dan menyejukkan.

“Kami tidak hanya membahas bantuan materi, tetapi juga diingatkan untuk selalu bersyukur dan menjaga ibadah agar hati lebih tenang,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara penyuluh agama dan program pemberdayaan masyarakat seperti PKH dapat terus berlanjut. Dengan bekal spiritual yang kuat, para KPM diharapkan memiliki mental yang lebih tangguh serta mampu membangun kemandirian ekonomi keluarga di masa depan.

Skip to content