Banjarnegara (Humas) – Mengawali rangkaian program pemberdayaan ekonomi umat, Feti Sulistiyani, Penyuluh Agama Islam dari KUA Mandiraja, melaksanakan kegiatan monitoring pertama terhadap penerima manfaat Baznas Jawa Tengah tahun 2025, Gita Lusiana Dewi, pada Kamis (16/4/2026).
Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk meninjau secara langsung pemanfaatan bantuan tambahan modal yang diberikan oleh Baznas Jateng guna memperkuat usaha penjualan pakaian yang dikelola oleh Gita, baik secara offline maupun online.
Dalam monitoring perdana ini, fokus utama pendampingan adalah memastikan bantuan modal telah diwujudkan dalam bentuk stok barang yang produktif. Gita, yang merupakan seorang ibu rumah tangga tangguh, melaporkan bahwa penambahan modal dari Baznas telah digunakan untuk menambah variasi koleksi busana guna memenuhi permintaan pelanggan.
Sektor Offline: Stok pakaian di gerai mandirinya kini lebih beragam, menarik minat pembeli lokal di wilayah Mandiraja.
Sektor Online: Ibu Gita mulai aktif memperbarui katalog dagangannya di media sosial, memanfaatkan tambahan modal untuk menjangkau pangsa pasar yang lebih luas.
Sebagai pendamping, Feti Sulistiyani memberikan arahan mendasar pada pertemuan pertama ini. Selain meninjau aspek fisik usaha, Feti juga memberikan penyuluhan mengenai pentingnya pencatatan keuangan sederhana dan penerapan etika bisnis Islami.
“Monitoring pertama ini sangat krusial untuk meletakkan pondasi usaha yang kuat. Kami menekankan pada Ibu Gita agar menjaga amanah modal ini dengan kedisiplinan finansial. Peran beliau sebagai ibu rumah tangga adalah tantangan sekaligus motivasi untuk membuktikan bahwa ekonomi keluarga bisa bangkit melalui usaha yang dikelola secara profesional,” ujar Feti Sulistiyani.
Baznas Jawa Tengah berharap melalui pengawalan ketat sejak awal ini, usaha Gita dapat tumbuh secara stabil. Monitoring pertama ini mencatat beberapa poin positif, di antaranya semangat juang penerima manfaat yang tinggi dan respons pasar yang mulai meningkat.
“Saya merasa sangat bersyukur dikunjungi dan dibimbing langsung oleh Ibu Feti. Tambahan modal ini sangat berarti bagi saya untuk menambah stok baju yang selama ini sering kurang. Saya berharap usaha ini bisa terus lancar dan barokah,” ungkap Ibu Gita di sela-sela kunjungan.
Kegiatan monitoring akan terus dilakukan secara berkala oleh Penyuluh Agama Islam Mandiraja untuk memastikan setiap tahapan perkembangan usaha berjalan sesuai rencana. Sinergi antara bantuan modal Baznas Jateng dan pendampingan intensif ini diharapkan dapat mengubah status Ibu Gita dari penerima manfaat menjadi sosok mandiri yang mampu membantu ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar.







