Bangun Prasangka Baik, Penyuluh Agama Islam KUA Rakit Berikan Pembinaan kepada Majelis Taklim Mar’atus Shalikhah

Banjarnegara (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rakit, Endah Widyawati, melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan kepada ibu-ibu Majelis Taklim Mar’atus Shalikhah Desa Bandingan pada Jumat (17/4/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bergilir di rumah warga, dan pada kesempatan kali ini bertempat di kediaman Ibu Suhudi, Desa Bandingan RT 01/04, dengan suasana hangat dan penuh antusiasme dari para peserta yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut, Endah Widyawati menyampaikan materi tentang ‘Pentingnya Membangun Prasangka Baik dalam Kehidupan Sehari-hari agar Hidup Sehat Jasmani dan Rohani’. Ia menjelaskan bahwa prasangka baik atau husnuzan merupakan akhlak mulia yang diajarkan dalam Islam dan sangat penting diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. 

Menurut Endah, seseorang yang mampu membiasakan prasangka baik akan lebih tenang dalam menjalani hidup, terhindar dari konflik, serta memiliki kesehatan mental yang lebih baik. Sebaliknya, prasangka buruk dapat menimbulkan kecemasan, permusuhan, dan merusak hubungan sosial.

“Islam mengajarkan umatnya untuk selalu menjaga hati dan pikiran. Dengan berprasangka baik kepada Allah dan sesama manusia, hidup akan terasa lebih ringan, damai, dan penuh keberkahan,” ujar Endah di hadapan jamaah.

Ia juga mengajak para peserta untuk membiasakan tabayun atau mencari kejelasan informasi sebelum mempercayai kabar yang beredar, terutama di era digital saat ini. Sikap tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh isu yang belum tentu benar.

Ketua Majelis Taklim Mar’atus Shalikhah, Adriyah, menyampaikan rasa gembira dan apresiasinya atas kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Rakit yang selama ini aktif memberikan pembinaan, pemahaman keagamaan, serta informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami sangat senang dan berterima kasih karena Ibu Endah selalu hadir membersamai kami. Materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ungkap Adriyah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para jamaah semakin memahami pentingnya menjaga prasangka baik, mempererat ukhuwah, serta mewujudkan kehidupan yang sehat lahir dan batin.

Skip to content