Penyuluhan di Majelis Taklim Anisaul Janah: Mengupas Hakikat Rezeki Menurut Syekh asy-Sya’rawi

Banjarnegara (Humas) – Urusan rezeki seringkali hanya diidentikkan dengan materi dan uang. Padahal, cakupan rezeki dalam Islam sangatlah luas dan bertingkat. Hal inilah yang menjadi inti sari penyuluhan agama yang disampaikan oleh Dian Setiadi, Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandiraja, pada Senin (20/4/2026).

Bertempat di Majelis Taklim (MT) Anisaul Janah, Desa Panggisari, kegiatan ini dihadiri oleh puluhan jamaah ibu-ibu di bawah asuhan Fatonah. Suasana berlangsung khidmat saat narasumber membedah mutiara hikmah dari ulama besar Mesir, Syekh asy-Sya’rawi.

Dalam paparannya, Dian Setiadi menjelaskan kutipan indah Syekh asy-Sya’rawi yang membagi rezeki ke dalam empat tingkatan utama:

Harta adalah Tingkatan Terendah (Al-Maalu Huwa Adnaa Darajaatil Rizqi)

Dian menekankan bahwa harta memang diperlukan, namun ia berada di level paling bawah karena sifatnya yang sementara dan bisa dimiliki oleh siapa saja, baik yang beriman maupun tidak.

Kesehatan adalah Tingkatan Tertinggi (Wal ‘Aafiyatu A’laa Darajaatil Rizqi)

Tubuh yang sehat dan jiwa yang tenang adalah modal utama untuk beribadah. Tanpa kesehatan, tumpukan harta tidak akan bisa dinikmati dengan sempurna.

Anak yang Saleh adalah Jenis Rezeki Terbaik (Wa Shalaahul Abnaai Afdhalu Anwaa’ir Rizqi)

Memiliki keturunan yang taat kepada Allah dan berbakti kepada orang tua adalah investasi dunia dan akhirat yang tidak ternilai harganya.

Ridha Allah adalah Kesempurnaan Rezeki (Wa Ridhaa Rabbil ‘Aalamiina Fahuwa Tamaamur Rizqi)

Puncak dari segala rezeki adalah ketika seorang hamba mendapatkan keridaan dari Allah Swt. Inilah kebahagiaan sejati yang membawa ketenangan di dunia dan surga di akhirat.

“Seringkali kita hanya mengejar tingkatan yang paling bawah (harta), hingga lupa mensyukuri kesehatan dan mendidik anak-anak kita. Padahal, kesempurnaan hidup baru tercapai saat Allah rida kepada kita,” ujar Dian Setiadi di hadapan para jamaah.

Fatonah,  selaku pengasuh MT. Anisaul Janah, menyampaikan apresiasinya atas materi yang disampaikan. Menurutnya, pemahaman seperti ini sangat penting bagi ibu-ibu agar lebih bijak dalam memandang persoalan ekonomi keluarga dan lebih fokus pada pendidikan karakter anak.

Kegiatan penyuluhan ini ditutup dengan doa bersama dan diskusi interaktif, di mana para jamaah tampak antusias menanyakan tips menjaga keharmonisan rumah tangga sebagai bagian dari menjemput rida Allah Swt. 

(m/azd)

Skip to content