Banjarnegara (Humas) — Upaya penguatan spiritual masyarakat terus dilakukan melalui kolaborasi antara KUA Karangkobar dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Kegiatan bimbingan keagamaan digelar pada Selasa (21/4/2026), bertempat di rumah KPM PKH Ibu Surti, Dusun Galaran, Desa Binangun, dalam forum Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2).
Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Karangkobar, Duwi Rohmah, menyampaikan materi bertema “Menjaga Spirit Ramadan, Menjadi Orang Bertakwa” berdasarkan QS. Ali Imran ayat 133–135.
Dalam pemaparannya, Duwi menegaskan pentingnya menjaga kualitas ketakwaan pasca Ramadan.
“Puasa melatih kita menjadi pribadi bertakwa. Maka setelah Ramadan, semangat ibadah harus terus dijaga, tidak boleh menurun,” ujarnya.
Ia menguraikan lima tanda orang bertakwa sebagaimana dalam Al-Qur’an, yaitu gemar berinfak dalam segala kondisi, mampu menahan emosi, mudah memaafkan, senantiasa berbuat kebaikan, serta segera bertaubat ketika berbuat salah.
“Ketakwaan itu terlihat dari keseharian kita. Sabar saat emosi, ringan memaafkan, dan tidak menunda taubat adalah bagian dari tanda orang bertakwa,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusias. Peserta P2K2 aktif berdiskusi, termasuk mengangkat persoalan yang sering terjadi di masyarakat, salah satunya terkait pernikahan siri.
Menanggapi hal tersebut, Duwi menjelaskan bahwa pernikahan siri yang telah memenuhi rukun dan syarat secara agama dinilai sah secara syar’i, namun belum memiliki kekuatan hukum negara.
“Jika pasangan sudah menikah siri dan ingin mendapatkan pengakuan negara, dapat mengajukan isbat nikah ke Pengadilan Agama. Setelah ada penetapan, barulah pernikahan bisa didaftarkan secara resmi di KUA,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa dokumen pendukung seperti identitas diri, bukti pernikahan, serta kehadiran saksi menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Edukasi ini disambut baik oleh peserta karena menjawab kebutuhan nyata di masyarakat.
Sementara itu, Pendamping PKH, Wahyu Retnosari, menyampaikan bahwa kegiatan P2K2 tidak hanya fokus pada peningkatan pengetahuan umum, tetapi juga penguatan nilai keagamaan.
“Harapannya, keluarga penerima manfaat tidak hanya meningkat secara kesejahteraan, tetapi juga memiliki bekal ilmu agama yang kuat sehingga mampu meraih kebahagiaan dunia dan akhirat,” tuturnya.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara Pendamping PKH dan KUA Karangkobar dalam menghadirkan bimbingan keagamaan yang aplikatif dan solutif, guna membangun keluarga yang harmonis dan bertakwa.
(dr/azd)







