Interaktif Mengenal Permukaan Halus dan Kasar, kelas 1B Mimau menunjukkan dengan kerjasama tim dalam praktek Seni Budaya

Banjarnegara – MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo  adalah salah satu madrasah yang ada di Kecamatan Banjarnegara. Tepatnya terletak di kelurahan Parakancanggah di jalan Garuda yang tentunya dekat dengan perkotaan Banjarnegara. Madrasah yang terkenal unggulan di kalangan masyarakat luas ini, sering membuktikan melalui prestasi dan karya-karya yang kreatif dari muridnya. Salah satunya kegiatan pembelajaran Seni Budaya di kelas 1B MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) yang berlangsung aktif dan menyenangkan pada Senin lalu. Dengan jumlah 21 Murid, kegiatan kali ini mengangkat materi Mengenal Permukaan Halus dan Kasar melalui praktik langsung menggunakan berbagai bahan seperti kertas gambar, kapas, kertas origami, dan lem.(20/4)

Pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman konkret kepada Murid dalam memahami perbedaan tekstur. Di awal kegiatan, wali kelas Utari Kusuma Wardani memberikan penjelasan sederhana mengenai konsep permukaan halus dan kasar dengan contoh benda-benda di sekitar. Murid kemudian diajak meraba beberapa bahan untuk merasakan langsung perbedaannya.

Setelah itu, Murid mulai membuat karya sederhana dengan menempel berbagai bahan pada kertas gambar. Kapas digunakan untuk menunjukkan tekstur halus dan lembut, sedangkan potongan kertas origami disusun untuk menciptakan variasi permukaan yang berbeda. Dengan penuh semangat, Murid menggunting, menempel, dan menyusun bahan sesuai kreativitas masing-masing.

Suasana kelas terlihat interaktif dan penuh antusias. Beberapa murid tampak penasaran saat merasakan tekstur kapas yang lembut, sementara yang lain mencoba mengombinasikan bahan agar menghasilkan karya yang menarik. wali kelas 1B tersebut aktif membimbing serta memberikan arahan kepada murid selama kegiatan berlangsung.

Dalam keterangannya, Utari panggilan akrabnya menyampaikan bahwa pembelajaran ini bertujuan untuk mengasah kemampuan sensorik dan kreativitas murid sejak dini.
“melalui kegiatan ini, anak-anak dapat belajar membedakan tekstur secara langsung sekaligus melatih keterampilan motorik halus dan daya imajinasi mereka,” ungkap Utari ketika ditanya Nuri Fatimah wali kelas 1C ketika melintas di depan kelasnya.

Hasil karya murid menunjukkan keberagaman ide dan kreativitas. Setiap karya memiliki ciri khas tersendiri, mencerminkan pemahaman murid terhadap konsep yang dipelajari.

Kepala madrasah Wahyul Khomisah, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa pembelajaran berbasis praktik sangat efektif untuk murid usia sekolah dasar.
“Kegiatan seperti ini sangat baik dan menarik karena melibatkan pengalaman langsung. Anak-anak tidak hanya memahami teori, tetapi juga merasakan dan mempraktikkannya, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna,” tutur kepala madrasah ketika melihat hasil karya kelas 1B.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan murid kelas 1B mampu memahami konsep dasar tekstur sekaligus mengembangkan kreativitas mereka. MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang inovatif, interaktif, kreatif dan menyenangkan bagi seluruh muridnya.(NF)

Skip to content