Banjarnegara (Humas) – Fenomena media sosial yang kerap dianggap sekadar sarana hiburan, ternyata juga dapat menjadi jalan bertemunya jodoh. Hal ini tergambar dari kisah sepasang calon pengantin muda asal Desa Candiwulan, Mandiraja, yang melangsungkan bimbingan pra nikah dan latihan ijab qobul di KUA Mandiraja. (28/4/2026)
Pasangan tersebut, Andrewsukmad dan Ita Wahyuningsih, berbagi cerita bahwa hubungan mereka bermula dari perkenalan di media sosial. Seiring waktu, komunikasi yang terjalin semakin intens hingga akhirnya membawa mereka pada keseriusan untuk membangun rumah tangga.
Penghulu KUA Mandiraja, Prayogi Dwi Apriyanto, menyampaikan bahwa kisah ini menjadi bukti bahwa media sosial dapat dimanfaatkan secara positif.
“Di era digital seperti sekarang, media sosial bukan hanya untuk hiburan. Jika digunakan dengan bijak, bisa menjadi sarana silaturahmi bahkan menemukan jodoh. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga niat dan adab dalam berinteraksi,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, penghulu juga memberikan edukasi dan latihan ijab qobul sebagai bekal bagi calon pengantin, khususnya dalam memastikan kesiapan pelaksanaan akad nikah yang sah dan lancar. Pasangan ini tampak antusias mengikuti setiap arahan yang diberikan.
Andrew sukmad mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan cintanya.
“Awalnya tidak menyangka, hanya dari media sosial bisa sampai ke tahap ini. Tapi kami berusaha menjalani dengan serius dan saling menjaga komitmen,” tuturnya.
Senada dengan itu, Ita Wahyuningsih juga menyampaikan kebahagiaannya.
“Alhamdulillah, kami dipertemukan dengan cara yang tidak biasa. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk membangun keluarga yang sakinah,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi salah satu contoh nyata bahwa perkembangan teknologi, jika dimanfaatkan dengan bijak, dapat membawa manfaat besar dalam kehidupan, termasuk dalam menemukan pasangan hidup. KUA Mandiraja terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik serta bimbingan yang relevan dengan perkembangan zaman.







