Guru MIFABARA Belajar Budidaya Terong, Petik Manfaat dan Filosofi Kehidupan dari Alam

Banjarnegara – Semangat belajar dan berinovasi terus ditunjukkan oleh guru MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA). Dalam rangka memperkuat program Adiwiyata, para guru tidak hanya mempelajari teknik hidroponik, tetapi juga belajar langsung budidaya tanaman terong di lahan salah satu petani setempat di wilayah Mandiraja.(6/5)

Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga karena para guru dapat melihat secara langsung proses penanaman terong, mulai dari pengolahan tanah, pemilihan bibit unggul, penanaman, hingga perawatan tanaman agar menghasilkan panen yang optimal. Petani setempat dengan sabar menjelaskan setiap tahapan serta berbagi pengalaman terkait tantangan dan solusi dalam bertani.

Salah satu guru menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan membuka wawasan baru. “Kami belajar bahwa menanam tidak hanya soal teknik, tetapi juga kesabaran dan ketelatenan. Ini menjadi pelajaran berharga yang bisa kami tularkan kepada siswa,” ujarnya.

Selain praktik budidaya, terong juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Sayuran ini kaya akan serat, vitamin, dan antioksidan yang baik untuk menjaga kesehatan jantung, membantu pencernaan, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Terong juga mudah diolah menjadi berbagai jenis makanan, sehingga memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.

Di balik manfaatnya, terong juga menyimpan filosofi kehidupan yang mendalam. Proses tumbuhnya yang membutuhkan kesabaran mengajarkan bahwa hasil yang baik tidak dapat diraih secara instan. Tanaman terong yang tetap tumbuh meski dalam kondisi cuaca yang tidak selalu ideal mencerminkan ketangguhan dan kemampuan beradaptasi. Selain itu, buah terong yang sederhana namun bermanfaat mengajarkan nilai kerendahan hati dan kebermanfaatan bagi sesama.

Kepala MIFABARA, Durotun Nafisah, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual. “Belajar langsung dari alam dan para petani memberikan pengalaman nyata yang sangat berharga. Tidak hanya ilmu, tetapi juga nilai-nilai kehidupan yang bisa diambil,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru MIFABARA dapat mengembangkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa, sekaligus menanamkan nilai cinta lingkungan, kerja keras, dan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari. (nas)

Skip to content