Ikhtiar Lahir dan Batin, Siswa Kelas 6 MIFABARA Mohon Doa Restu Jelang Ujian Madrasah

Banjarnegara – Menjelang pelaksanaan Ujian Madrasah (UM), berbagai ikhtiar terus dilakukan oleh keluarga besar MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA). Setelah melaksanakan gotong royong persiapan ruang ujian, simulasi berbasis E-Learning, hingga pengayaan dan pendalaman materi, kali ini siswa kelas 6 melakukan ikhtiar batin dengan memohon doa restu kepada seluruh guru, orang tua, wali murid, serta adik-adik kelas di lingkungan madrasah.(10/5)

Dengan dibantu oleh tim media madrasah, permohonan doa restu tersebut disampaikan melalui flayer digital yang dibagikan kepada seluruh keluarga besar MIFABARA. Cara ini dipilih agar lebih efektif, mudah menjangkau banyak pihak, serta tetap menjaga rasa hormat dan adab kepada para guru dan orang tua.

Dalam flayer tersebut, siswa kelas 6 memohon doa agar diberikan kelancaran, kemudahan, kesehatan, dan hasil terbaik dalam menghadapi Ujian Madrasah yang akan dilaksanakan mulai 11 hingga 21 Mei mendatang. Permohonan doa ini juga menjadi bentuk tawadhu’ dan penghormatan siswa kepada orang-orang yang selama ini mendampingi perjalanan belajar mereka.

Kepala madrasah, Durotun Nafisah menyampaikan bahwa kesuksesan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh usaha lahiriah, tetapi juga kekuatan doa dan keberkahan dari orang tua serta guru.

“Anak-anak telah berusaha dengan belajar, mengikuti pengayaan, dan simulasi. Kini mereka juga belajar mengetuk pintu langit melalui doa. Dalam Islam, doa orang tua dan guru memiliki kekuatan yang luar biasa untuk keberhasilan anak-anak,” tutur beliau.

Kegiatan ini juga mengajarkan nilai spiritual kepada peserta didik bahwa manusia hanya mampu berikhtiar, sedangkan hasil terbaik tetap berada dalam kehendak Allah SWT. Oleh sebab itu, usaha belajar harus diiringi dengan doa, tawakal, dan sikap rendah hati.

Secara rohani, memohon doa restu memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan kepada guru dan orang tua. Dalam ajaran Islam, ridha Allah sangat berkaitan dengan ridha orang tua dan keberkahan ilmu dari guru. Ketika seorang anak meminta doa dengan penuh hormat, maka di situlah tumbuh adab, keikhlasan, dan harapan akan keberkahan ilmu yang dipelajari.

Melalui ikhtiar lahir dan batin ini, keluarga besar MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) berharap seluruh siswa kelas 6 dapat menjalani Ujian Madrasah dengan lancar, tenang, dan memperoleh hasil yang terbaik serta penuh keberkahan.(nas)

Skip to content