Membangun Gerbang Kesejahteraan Keluarga, Penyuluh Agama Islam KUA Rakit Tekankan Pentingnya Menuntut Ilmu di Program Keluarga Harapan (PKH)

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor urusan Agama (KUA) Rakit, Fatma Kurnianingsih, mengambil peran dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Rakit. Bergabung di kegiatan Kelompok Penerima Manfaat (KPM) Progran Keluarga Harapan (PKH) Pingit IB bersama Pendamping PKH Lukitasari  pada Jumat (8/5/2026).

Keduanya saling menguatkan, tidak hanya menjalankan tugas namun juga hal yang terpenting adalah upaya mengantarkan anggota KPM PKH Pingit IB Desa Pingit Kecamatan Rakit yang berjumlah 36 orang, menuju kehidupan keluarga yang lebih sejahtera.

Pertemuan rutin ini diadakan sebulan sekali secara bergiliran. Kali ini Fatma, selaku narasumber,   mengusung tema “Pentingnya Menuntut Ilmu”. Fatma menegaskan bahwa, bantuan yang diterima karena untuk membiayai pendidikan harus benar-benar dapat digunakan sebagaimana mestinya. Untuk memberikan hak kepada putra putrinya agar dapat menuntut ilmu dengan sebaik mungkin. Pentingnya menuntut ilmu, Karena ilmu menjadi “Pintu Gerbang Kesejahteraan” keluarga di masa depan. Dengan ilmu manusia akan mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik, pekerjaan, penghasilan yang lebih layak dan sejahtera.

Orang tua berperan besar dalam mengantarkan kesuksesan putra-putrinya, semoga mendapat kemudahan dan kelancaran. Keterbatasan ekonomi orang tua, jangan sampai menyurutkan semangat belajar bagi anak-anaknya hingga meraih cita-cita. Segala upaya untuk meraih ilmu harus diprioritaskan, daripada kebutuhan makan dan mimum sesaat.

“Manusia lebih membutuhkan Ilmu daripada makanan dan minuman. Karena seseorang butuh makan dan minum satu kali atau dua kali dalam sehari, sedangkan manusia membutuhkan Ilmu sebanyak hembusan nafas”. (Imam Ahmad bin Hambal dalam Tabaqat al Hanabilah).Urgensi ilmu, hingga menjadi kewajiban dalam agama Islam. Allah pun menjanjikan dalam QS. Al Mujadilah ayat : 11, “(Niscaya) Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang berilmu, beberapa derajat”. 

Pendamping PKH Lukitasari , memastikan bahwa bantuan yang diberikan harus sesuai dengan peruntukannya; balita, lansia, dan Pendidikan anak. Sebagai kewajiban yang harus dilaksanakan oleh penerima bantuan, agar program Pemerintah berjalan tepat guna dan tepat sasaran, tercapai harapan keluarga di masa depan yang lebih baik, sejahtera dan mandiri.

Sinergi antara Penyuluh Agama Islam KUA Rakit dan Pendamping PKH ini diharapkan mampu membangun kesadaran spiritual dan social KPM. Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah.  

(n/f/azd)

Skip to content