Mengetuk Pintu Langit Lewat Bakti Istri: Penyuluh KUA Pagentan Kupas Tuntas Rahasia Menggapai Rida Suami di MT Al-Muttaqin

Banjarnegara (Humas) – Suasana khidmat sekaligus penuh antusiasme menyelimuti Majelis Taklim (MT) Al-Muttaqin Desa Pagentan pada Senin (18/5/2026). Sebanyak 35 jamaah ibu-ibu berkumpul dengan satu tujuan mulia: memperdalam ilmu agama demi menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Menjawab kebutuhan spiritual tersebut, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan hadir memberikan bimbingan penyuluhan bintal (bimbingan mental) dan keagamaan yang berfokus pada keharmonisan rumah tangga.

Hadir sebagai narasumber utama, Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Pagentan, Sutrisno, membawakan tema yang sangat lekat dengan kehidupan sehari-hari namun fundamental, yaitu “Menggapai Rida Suami”. Dalam paparannya, Sutrisno menekankan bahwa ketaatan seorang istri kepada suami selama tidak bertentangan dengan syariat Islam merupakan salah satu kunci utama seorang wanita untuk meraih surga.

“Rida Allah terletak pada rida orang tua bagi yang belum menikah, namun bagi seorang istri, rida suaminya adalah jembatan utama menuju surga-Nya. Menggapai rida suami bukan berarti posisi perempuan lemah, melainkan sebuah bentuk ibadah mulia yang membutuhkan kelapangan hati, kesabaran, dan komunikasi yang baik,” ujar Sutrisno di hadapan puluhan jamaah.

Ia juga menambahkan bahwa di era modern ini, tantangan komunikasi dalam rumah tangga semakin kompleks, sehingga pemahaman agama yang kokoh menjadi benteng pertahanan keluarga.

Kegiatan yang berlangsung interaktif ini mendapat apresiasi tinggi dari pengurus maupun anggota majelis taklim. Ketua Majelis Taklim Al-Muttaqin, Fatmah, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas kehadiran penyuluh dari KUA Pagentan yang secara konsisten membimbing masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Sutrisno yang telah menyampaikan materi dengan sangat sejuk dan menyentuh hati. Tema hari ini benar-benar menjadi pengingat sekaligus tamparan positif bagi kami para istri untuk terus berbenah diri. Semoga ilmu yang didapat hari ini bisa langsung kami praktikkan di rumah masing-masing agar keluarga kami selalu diberkahi Allah,” tutur Fatmah dengan penuh semangat.

Acara bimbingan penyuluhan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang dinamis serta doa bersama. Melalui kegiatan rutin seperti ini, KUA Pagentan berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, memperkuat fondasi ketahanan keluarga, dan meningkatkan kualitas pemahaman keagamaan demi terwujudnya masyarakat Pagentan yang religius dan harmonis. 

(3S/azd)

Skip to content