Banjarnegara (Humas) – Suasana khidmat menyelimuti Aula Panti Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Pamardi Rahardjo, Kecamatan Bawang. Puluhan warga binaan beserta pengelola panti berkumpul untuk mengikuti bimbingan rohani khusus menyambut bulan Zulhijah. (22/5/2026)
Kegiatan yang diinisiasi oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bawang Bustanul Arifin, kali ini mengangkat tema yang menggugah jiwa: “Dari Pamardi Rahardjo Menuju Rida Ilahi: Memaksimalkan Hari-Hari Terbaik Sepanjang Tahun”.
Dalam taushiyahnya, Bustanul Arifin menekankan bahwa sepuluh hari pertama bulan Zulhijah adalah waktu yang paling dicintai oleh Allah Swt untuk beramal saleh, bahkan keutamaannya melebihi jihad di jalan Allah. Beliau mengingatkan bahwa kesempatan meraih rida Ilahi ini terbuka lebar bagi siapa saja, tanpa memandang latar belakang masa lalu.
“Sepuluh hari pertama Zulhijah adalah momentum emas. Tidak peduli di mana kita berada saat ini, bahkan dari dalam PMKS Pamardi Rahardjo sekalipun, kita semua memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mengetuk pintu langit dan memperbaiki diri di hadapan Allah,” ujar Bustanul di hadapan para warga binaan.
Mengingat kondisi dan keterbatasan ruang gerak warga binaan di dalam panti, Bustanul Arifin memberikan panduan amalan praktis yang tetap bernilai pahala besar. Beliau mengajak audiens untuk memaksimalkan hari-hari tersebut dengan:
- Memperbanyak Zikir : Mengisi waktu luang dengan tahlil, tahmid, dan takbir.
- Menjaga Puasa Sunah : Khususnya puasa Arafah pada tanggal 9 Zulhijah yang dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
- Memperbaiki Akhlak dan Saling Memaafkan : Menjadikan kehidupan berasrama di dalam panti sebagai ladang amal dengan saling menolong dan menjaga lisan.
Kepala PMKS Pamardi Rahardjo menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Bawang. Menurutnya, siraman rohani seperti ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat mental dan memberikan harapan baru bagi warga binaan dalam proses rehabilitasi sosial mereka.
Acara yang berlangsung interaktif ini ditutup dengan doa bersama. Tampak haru dan optimisme terpancar dari wajah para warga binaan, berkomitmen menjadikan momentum Zulhijah tahun ini sebagai titik balik menuju pribadi yang lebih baik dan diridhoi Allah Swt.
(BA/azd)







