“Jodoh Tak Pernah Terlambat”, Penghulu KUA Mandiraja Layani Catin Usia 61 Tahun dengan Hangat

Banjarnegara (Humas) — Kisah penuh haru dan inspirasi hadir di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandiraja pada Selasa (26/5/2026). Penghulu KUA Mandiraja, Prayogi Dwi Apriyanto, melayani konsultasi calon pengantin asal Desa Kertayasa, Kecamatan Mandiraja, yakni Sukardi dan Parwiti, yang datang untuk menanyakan jadwal pelaksanaan bimbingan perkawinan (Bimwin) sebagai persiapan menuju akad nikah.

Pasangan tersebut menarik perhatian karena Parwiti yang kini berusia 61 tahun diketahui belum pernah menikah, sedangkan Sukardi merupakan seorang duda. Kehadiran keduanya di KUA Mandiraja menjadi gambaran bahwa jodoh dapat hadir kapan saja tanpa memandang usia.

Dalam pelayanan tersebut, Prayogi memberikan penjelasan terkait tahapan administrasi nikah, jadwal bimbingan perkawinan, serta pentingnya kesiapan mental dan spiritual dalam membangun rumah tangga. Keduanya tampak antusias mengikuti arahan dan berkonsultasi mengenai proses menuju pernikahan.

Prayogi menyampaikan bahwa KUA Mandiraja memberikan pelayanan yang sama kepada seluruh masyarakat tanpa memandang usia maupun latar belakang calon pengantin. Menurutnya, pernikahan merupakan ibadah yang harus dipersiapkan dengan baik agar mampu membentuk keluarga yang harmonis dan penuh keberkahan.

“Kami merasa senang dapat melayani calon pengantin yang tetap memiliki semangat membangun rumah tangga di usia yang tidak muda lagi. Ini menjadi pengingat bahwa jodoh adalah rahasia Allah dan setiap orang memiliki waktunya masing-masing,” ujar Prayogi Dwi Apriyanto.

Selain pelayanan administrasi, Prayogi juga memberikan motivasi kepada pasangan tersebut agar tetap menjaga kesehatan, komunikasi, dan saling mendukung dalam menjalani kehidupan rumah tangga nantinya. Ia menilai semangat Sukardi dan Parwiti dalam mengikuti proses menuju pernikahan menjadi contoh positif bagi masyarakat.

Sukardi mengaku bersyukur masih diberikan kesempatan untuk menemukan pendamping hidup di usia senjanya. Ia berharap pernikahan yang akan dijalani dapat membawa ketenangan dan kebahagiaan.

“Saya bersyukur masih dipertemukan dengan pasangan hidup. Semoga pernikahan ini menjadi jalan kebaikan dan membawa keberkahan untuk kami berdua,” ungkap Sukardi.

Sementara itu, Parwiti juga menyampaikan rasa bahagianya karena akhirnya menemukan pasangan yang serius membangun rumah tangga bersamanya.

“Saya percaya tidak ada kata terlambat untuk menemukan kebahagiaan. Semoga kami bisa menjalani kehidupan rumah tangga dengan baik dan saling mendukung,” tutur Parwiti.

Kegiatan pelayanan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Melalui pelayanan yang humanis dan penuh empati, KUA Mandiraja terus berkomitmen memberikan pendampingan terbaik kepada masyarakat dalam mempersiapkan pernikahan menuju keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah. (m/azd)

Skip to content