Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam (PAI) fungsional/non-PNS wilayah Kecamatan Mandiraja, Dian Setiadi, melaksanakan kegiatan penyuluhan rutin di Majelis Taklim Al Latif, Desa Mandiraja, pada Senin (25/5/2026). Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan jamaah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam terkait syariat Islam, khususnya bagi umat yang memiliki kerinduan namun belum mampu menunaikan ibadah haji.
Dalam tausiyahnya, Dian Setiadi mengangkat tema sentral: “Amalan Pengganti bagi yang Belum Mampu Melaksanakan Ibadah Haji”. Tema ini dipilih untuk memberikan motivasi dan ketenangan hati bagi para jamaah agar tetap produktif dalam beribadah meskipun belum mendapatkan kesempatan berangkat ke Tanah Suci.
“Banyak dari kita yang memiliki keinginan kuat untuk berhaji, namun Allah SWT belum memberikan kemampuan dari sisi finansial maupun fisik saat ini. Jangan berkecil hati, karena Allah Maha Adil. Ada banyak amalan yang nilai pahalanya disejajarkan dengan ibadah haji dan umrah bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh,” ujar Dian di hadapan para jamaah.
Beberapa poin penting amalan yang disampaikan oleh Dian Setiadi meliputi:
- Menjaga Salat Berjamaah di Masjid: Terutama salat subuh yang diikuti dengan berzikir hingga terbit matahari (salat isyraq), yang memiliki keutamaan pahala setara haji dan umrah yang sempurna.
- Berbakti kepada Kedua Orang Tua: Bentuk kepatuhan dan kasih sayang kepada orang tua merupakan salah satu pintu ibadah yang sangat besar nilainya di sisi Allah SWT.
- Menuntut Ilmu Agama: Menghadiri majlis taklim atau mencari ilmu pengetahuan agama dengan niat ikhlas dianggap sebagai salah satu jihad yang utama.
- Menunaikan Hak-hak Sesama: Membantu orang lain yang membutuhkan, berakhlak mulia, dan menjauhi perbuatan maksiat adalah bentuk “haji” bagi jiwa yang senantiasa menjaga kesucian diri.
- Memperbanyak Kalimat Thayyibah: Melazimkan zikir, istighfar, dan berselawat kepada Nabi Muhammad saw.
Kegiatan penyuluhan berlangsung khidmat dan interaktif. Para jamaah tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar bagaimana menjaga niat agar tetap istiqamah dalam beribadah sehari-hari.
Dian Setiadi berharap, melalui penyuluhan ini, para jamaah Majlis Taklim Al Latif tidak hanya menunggu kemampuan materi untuk berhaji, tetapi mampu mengoptimalkan kesempatan emas melalui amalan-amalan ringan yang berpahala besar.
“Inti dari ibadah adalah ketundukan hati. Semoga dengan mengamalkan hal-hal tersebut, Allah SWT memberikan kemudahan bagi kita semua, baik dalam bentuk kelapangan rezeki untuk berangkat ke Tanah Suci maupun keberkahan dalam setiap amal ibadah yang kita lakukan di tanah air,” tutupnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin Kementerian Agama dalam memberikan bimbingan keagamaan kepada masyarakat secara merata di tingkat desa/kecamatan, guna mewujudkan masyarakat yang religius dan moderat.







