Banjarnegara (Humas) – Semangat menyambut Hari Raya Iduladha semakin terasa dalam kegiatan penyuluhan keagamaan yang dilaksanakan di Majelis Taklim Al Hikmah Linggamerta, Desa Linggasari, pada Senin (25/5/2026). Kegiatan tersebut diisi oleh Penyuluh Agama Islam KUA Wanadadi, Arif Kholdun, dengan materi bertajuk “40 Hadist tentang Kurban”.
Suasana majelis berlangsung hangat dan penuh kekhusyukan. Para jamaah tampak antusias mengikuti pemaparan materi yang tidak hanya membahas hukum dan tata cara kurban, tetapi juga menyentuh nilai-nilai keikhlasan, kepedulian sosial, serta ketakwaan kepada Allah Swt.
Dalam penyampaiannya, Arif Kholdun mengajak jamaah untuk memahami bahwa ibadah kurban bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk nyata penghambaan dan cinta kepada Allah Swt sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
“Kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi menyembelih ego, kesombongan, dan rasa cinta berlebihan terhadap dunia. Dari kurban, kita belajar arti keikhlasan dan kepedulian kepada sesama,” ungkap Arif Kholdun di hadapan jamaah.
Ia juga menyampaikan sejumlah hadist Rasulullah saw tentang keutamaan berkurban, di antaranya:
Rasulullah saw bersabda: “Tidak ada suatu amalan yang dilakukan anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan kurban.”(HR. Tirmidzi)
Hadist lainnya yang disampaikan yaitu:
Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa memiliki kelapangan rezeki tetapi tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.”(HR. Ibnu Majah)
Menurut Arif Kholdun, hadist-hadist tersebut menjadi pengingat bahwa kurban memiliki nilai ibadah yang sangat agung sekaligus menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
“Melalui kurban, Islam mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak hanya dirasakan sendiri. Daging kurban menjadi simbol berbagi kasih sayang, terutama kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tambahnya.
Kegiatan penyuluhan ini juga menjadi momentum penguatan spiritual jamaah menjelang datangnya bulan Zulhijah. Para jamaah terlihat aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar pelaksanaan kurban sesuai syariat Islam.
Majelis Taklim Al Hikmah Linggamerta secara rutin menjadi wadah pembinaan umat dan penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat Desa Linggasari. Kehadiran penyuluh agama diharapkan mampu terus memberikan pencerahan serta menumbuhkan semangat beragama yang moderat, damai, dan penuh kepedulian sosial.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, KUA Wanadadi menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam memberikan bimbingan dan penguatan nilai-nilai keislaman demi terwujudnya umat yang religius, harmonis, dan berakhlakul karimah.
“Kementerian Agama hadir untuk melayani umat, menjaga harmoni, dan menebarkan nilai-nilai keagamaan yang menyejukkan dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.
(NN/azd)







