Banjarnegara – Semangat mencintai Al-Qur’an tampak begitu terasa di lingkungan MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) saat pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Sabtu (30/5/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 13.00 WIB tersebut menjadi ajang pembinaan sekaligus pencarian bibit-bibit unggul dalam bidang seni baca Al-Qur’an di lingkungan madrasah.(30/5)
Khusus pada bidang Tilawah, tercatat sebanyak 33 peserta dari kelas 1 hingga kelas 5 mengikuti perlombaan dengan penuh semangat dan percaya diri. Para peserta merupakan perwakilan terbaik dari masing-masing kelas yang telah melalui proses seleksi dan pembinaan sebelumnya.
Acara diawali dengan pembukaan yang berlangsung khidmat di aula madrasah. Seluruh peserta, guru pendamping, dewan juri, dan panitia mengikuti rangkaian acara dengan tertib dan penuh antusias. Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama, panitia menyampaikan tujuan pelaksanaan MTQ sebagai sarana menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur’an serta mengembangkan bakat dan kemampuan mereka dalam berbagai cabang perlombaan keagamaan.
Pada kesempatan tersebut, panitia juga memperkenalkan dewan juri dari masing-masing bidang lomba, yaitu Tilawah, Tahfizh, Kaligrafi, dan Tartil. Para juri yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidangnya masing-masing diharapkan mampu memberikan penilaian secara objektif dan profesional.
Setelah sesi perkenalan dewan juri, panitia menjelaskan lokasi pelaksanaan masing-masing cabang lomba. Bidang Tilawah menempati ruang yang telah disiapkan khusus agar peserta dapat tampil dengan nyaman dan maksimal. Sementara bidang Tahfizh, Kaligrafi, dan Tartil dilaksanakan di ruang yang berbeda sehingga seluruh perlombaan dapat berlangsung secara bersamaan dengan tertib dan kondusif.
Memasuki sesi perlombaan, satu per satu peserta Tilawah tampil membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan berbagai kemampuan dan karakter suara yang dimiliki. Dewan juri melakukan penilaian berdasarkan beberapa aspek, di antaranya ketepatan tajwid, makharijul huruf, kelancaran bacaan, keindahan suara, serta penguasaan lagu atau nagham.
Suasana kompetisi berlangsung meriah namun tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas dan ukhuwah Islamiyah. Para peserta tampak berusaha memberikan penampilan terbaik mereka di hadapan dewan juri dan para pendamping.
Setelah seluruh peserta menyelesaikan penampilannya, dewan juri melakukan rekapitulasi nilai untuk menentukan para pemenang. Pada sesi pengumuman kejuaraan, seluruh peserta dan guru pendamping berkumpul kembali di aula untuk mendengarkan hasil perlombaan.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, diperoleh para juara sebagai berikut:
Kategori A (Kelas 1A, 1B, 1C, 2A, dan 2B) Juara 1 : M. Zein Ramadhan (Kelas 2B), Juara 2 : Rafanda Naufalyn Rabbani (Kelas 1A), Juara 3 : Nawang Qotrunnada (Kelas 2B).
Kategori B (Kelas 3A, 3B, 4A, 4B, 5A, dan 5B) Juara 1 : M. ‘Abqary Zamzam (Kelas 4A), Juara 2 : Aisyah Ayudia Inara (Kelas 3B), Juara 3 : Rafka Ariqin (Kelas 4B).
Kepala Madrasah, Wahyul Khomisah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berani tampil dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
“Alhamdulillah, MTQ tahun ini berjalan dengan lancar dan penuh semangat. Kami sangat bangga melihat antusiasme peserta dalam mempelajari dan membaca Al-Qur’an. Semoga kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk semakin mencintai Al-Qur’an dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Wahyul Khomisah.
Sementara itu, Koordinator Lomba MTQ, Farida Fitriana, mengungkapkan rasa syukurnya atas suksesnya pelaksanaan kegiatan yang telah dipersiapkan bersama seluruh panitia.
“MTQ bukan sekadar perlombaan untuk mencari juara, tetapi juga sarana pembinaan karakter Islami dan peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik. Kami mengapresiasi seluruh peserta yang telah tampil dengan penuh percaya diri dan semangat,” tutur Farida Fitriana.
Sebagai bagian dari tim jurnalis madrasah sekaligus Guru Kelas 1C, Nuri Fatimah menyampaikan bahwa kegiatan MTQ menjadi salah satu program unggulan madrasah dalam menumbuhkan generasi Qur’ani.
“Melalui kegiatan ini, siswa belajar untuk berani tampil, meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, serta menumbuhkan kecintaan terhadap kitab suci sejak usia dini. Semoga ke depan semakin banyak lahir qari dan qariah terbaik dari MIMAU yang mampu berprestasi hingga tingkat yang lebih tinggi,” ungkap Nuri panggilan akrabnya.
Kegiatan MTQ ditutup dengan doa bersama dan penyerahan penghargaan kepada para juara. Meskipun hanya beberapa peserta yang berhasil meraih gelar juara, seluruh peserta telah menunjukkan usaha terbaik dan menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan yang penuh nilai keislaman tersebut.
Melalui Musabaqah Tilawatil Qur’an ini, MIMAU kembali meneguhkan komitmennya dalam mencetak generasi yang Cerdas, Kreatif, Inovatif, dan Qur’ani (CEKATAN) serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam meraih masa depan yang gemilang.(NF)







